hut

PHRI Dukung Malioboro Menjadi Semipedestrian

Suasana uji coba perdana Malioboro semipedestrian pada 18 Juni 2019 - Foto Ant

YOGYAKARTA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendukung rencana penerapan Malioboro semipedestrian atau bebas kendaraan bermotor.

Kebijakan tersebut, dirasakan akan mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang ke Yogyakarta. “Kami mendukung upaya tersebut, dapat mengurangi kamacetan di Yogyakarta dan memberi kenyamanan kepada pengunjung,” kata Ketua PHRI DIY, Istijab M Danunagoro, Selasa (25/6/2019).

Dengan membebaskan Malioboro dari kendaraan bermotor, maka akan semakin mendorong wisatawan berlama-lama menikmati suasana di Malioboro. Oleh karena itu, diyakini program yang dicanangkan Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta tersebut, akan menambah okupansi atau tingkat hunian kamar serta lama tinggal (length of stay) wisatawan di Yogayakarta.

Terkait akses pengunjung menuju hotel yang berlokasi di Jalan Malioboro, Istijab menyebut, tidak ada masalah. Wisatawan atau pengunjung, masih bisa menggunakan moda transportasi Trans Jogja yang ke depan masih bisa melintas di kawasan itu. “Bisa diatasi dengan menggunakan bus Trans Jogja,” tandas Istijab.

Manajemen Hotel Grand Inna Malioboro menyatakan, mendukung program uji coba Malioboro semipedestrian yang dicanangkan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pemkot Yogyakarta. “Kami sangat mendukung program yang dicanangkan Pemda DIY tersebut,” kata Public Relations Manager Grand Inna Malioboro, Retno Kusuma.

Manajemen hotel bintang empat tersebut, justru akan mendukung pelaksanaan program dengan menampilkan grup musik keroncong di pintu masuk utama hotel yang berada di Jalan Malioboro tersebut. Pertunjukan akan dimulai pukul 18.00 WIB sampai 21:00 WIB.

Uji coba Malioboro semipedestrian, akan dilakukan setiap Selasa wage atau setiap 35 hari sekali. Uji coba perdana telah dilakukan pada 18 Juni 2019 lalu, dengan membebaskan kawasan itu dari kendaraan bermotor mulai pukul 06.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Hanya andong, becak kayuh, sepeda ontel, bus Trans Jogja, serta kendaraan untuk penanganan darurat seperti pemadam kebakaran, ambulans, dan armada pengangkutan sampah yang boleh melintas. (Ant)

Lihat juga...