hut

PKL di Pelabuhan Bakauheni, Siswa Dapat Ilmu Baru

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bakauheni, masih disibukkan membantu pemudik selama angkutan Lebaran 2019. Hingga Kamis (13/6) atau sepekan setelah Lebaran, belasan siswa anggota masih dilibatkan dalam angkutan lebaran 1440 H.

Azahra, salah satu siswa kelas XI SMKN 1 Bakauheni, menyebut sejak awal Maret ia mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) di pelabuhan Bakauheni.

Sebagai siswa jurusan akuntansi, Azahra PKL di salah satu perusahaan jasa penyeberangan. Dari total sekitar 200 siswa, 8 orang di antaranya mendapat tugas PKL atau kerap disebut praktik kerja industri di PT ASDP Indonesia Ferry.

Ditempatkan pada sejumlah bagian, Azahra mengaku bertugas mengarsipkan dokumen, menghitung gaji karyawan, membuat surat-surat, dan administrasi kantor.

Ditempatkan sejak 22 Maret hingga 22 September mendatang, Azahra bersama siswa PKL lain harus belajar terkait sistem transportasi laut. Pada bidang akuntansi, pembelajaran sistem transaksi keuangan tiket menjadi pelajaran penting baginya. Sebab, sistem konvensional dalam pembelian tiket mulai berubah menjadi sistem digital.

Penerapan sistem digitalisasi tiket yang direkap dengan pola akuntansi, menjadi ilmu yang diperoleh pada kegiatan PKL.

Azahra, siswa kelas XI jurusan Akuntansi SMKN 1 Bakauheni, Lampung Selatan membantu mengarahkan penumpang membeli tiket saat pelaksanan praktik kerja lapangan yang ditugaskan dari sekolah -Foto: Henk Widi

“Penerapan sistem tiket elektronik dalam pelayanan transportasi laut menjadi bagian dari pelajaran akuntansi yang kami pelajari, dan secara langsung kami alami, terutama pada bagian IT dan sistem ticketing,” ungkap Azahra, siswa PKL dari SMKN 1 Bakauheni, Kamis (13/6/2019).

Penerapan sistem akuntansi yang terus berkembang dengan digitalisasi tiket, menurut Azahra, menjadi ilmu baru baginya. Penerapan tiket terkoneksi dengan KTP elektronik sebagai dokumen kependudukan dan menggunakan uang elektronik, menjadi kemajuan transportasi laut.

Sistem tersebut dipelajari sebagai cara meminimalisir terjadinya penyelewengan, karena tiket terpantau nama dan golongan dari barcode.

Azahra menyebut, selama tujuh bulan ia juga akan belajar terkait pola operasi kapal berkaitan dengan produksi kapal. Penerapan sistem pelayanan transportasi laut juga makin meningkat dengan adanya tambahan dermaga eksekutif.

Sebagai siswa jurusan akuntansi, pengoperasian dermaga eksekutif ikut mendukung penjualan tiket secara online.

“Tranformasi dalam pelayanan transportasi laut sangat bermanfaat bagi siswa akuntansi yang menjalani masa PKL, khususnya di pelabuhan Bakauheni,” ungkap Azahra.

Siswa lain, Cindi dan Delia, menyebut merasa beruntung bisa ditempatkan pada perusahaan jasa transportasi laut. Menurutnya, materi pelajaran akuntansi yang dipelajari di sekolah dalam praktik di lapangan ternyata lebih rumit. Kerumitan dalam sistem transportasi laut sebagian dipelajari sembari membantu petugas.

Salah satu momen istimewa sebagai siswa PKL, menurut Cindi, bertepatan dengan arus mudik dan balik. Meski menjalani proses PKL saat arus mudik dan balik, Cindi bisa ikut membantu petugas melayani pemudik. Ia juga bisa mengetahui sistem pelayanan sistem digital.

“Setahun ini, penggunaan uang elektronik mulai diterapkan sehingga ikut mendukung penerapan uang digital yang makin banyak digunakan dalam transaksi keuangan,” papar Cindi.

Selain Cindi, sejumlah taruna dan taruni Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) juga ikut membantu pelayanan di loket pembelian tiket. Olive, salah satu taruni STTD, menyebut sebanyak 77 taruni asal Papua sebagai siswa jurusan transportasi ditempatkan di pelabuhan Bakuheni dan Merak.

Saat arus mudik atau H-7 Lebaran, ia ditempatkan di pelabuhan Merak dan di Bakauheni hingga tujuh hari setelah Lebaran.

“Selama ini kami sebagai pelajar hanya mempelajari sistem penjualan tiket sebagai teori, namun saat angkutan lebaran diterapkan,” ungkap Olive.

Penempatan sejumlah taruna dan taruni STTD, diakuinya dibagi dalam shift pagi, siang dan malam. Taruna dan taruni ditugaskan di loket penjualan tiket kendaraan roda empat sebanyak 19 loket, loket kendaraan roda dua sebanyak 15 loket dan 17 loket pejalan kaki. Selain membantu masyarakat, para taruna dan taruni bisa menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku pendidikan.

Sugeng Purwono, Manager Operasional PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, menyebut para pelajar ikut dilibatkan saat angkutan lebaran. Sebagai tugas pelayanan, sejumlah pelajar dari SMK dan SMA asal Bakauheni, ditempatkan di Bakauheni.

“Ratusan pelajar Pramuka, siswa PKL dan taruna STTD sangat membantu pelayanan selama arus mudik dan balik. Selain sebagai pelayanan, para siswa bisa menerapkan teori yang diperoleh saat belajar di bangku pendidikan,” pungkasnya.

Lihat juga...