hut

Polisi Amankan 8 Orang Terduga Pelaku/Saksi Bentrokan di Adonara

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA – Kepolisian Resor Flores Timur (Flotim) telah melakukan penahanan terhadap 8 orang terduga pelaku bentrok antarwarga desa di pulau Adonara.

“Ke delapan terduga pelaku telah kami amankan kemarin pada pukul 17.20 WITA. Ke delapan orang ini merupakan pelaku atau saksi kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban warga dusun Klibang, desa Nubalema, meninggal dunia,” sebut Kasubag Humas Polres Flotim, Iptu Herono Budiono, Jumat (7/6/2019).

Menurutnya, ke delapan terduga tersebut dibawa dari Adonara dengan dikawal personel BKO Polres Flotim dan Polsek Adonara Barat menuju ke Larantuka. Penjemputan pelaku ke Polres Flotim dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Flotim, AKP Joni Frans M.Sihombing, S.I.K.

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli. -Foto: Ebed de Rosary

Selanjutnya ke delapan orang yang diduga sebagai pelaku atau saksi kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, diamankan di Ruang Tahanan Polres Flotim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli, mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepala desa dan ketua adat di desa Wewit, Nubalema 2, Bidara dan desa lain di sekitarnya.

“Saya sudah berkomunikasi dengan mereka, dan meminta agar mereka duduk berembuk dan menyelsaikan permasalahan ini secara adat. Ini dilakukan, agar tidak berdampak luas dan menyebabkan lebih banyak korban,” ungkapnya.

Penyelesaian secara adat, kata Agus, sapaannya, dilakukan agar memutus mata rantai konflik tersebut, agar ke depan konflik seperti ini tidak terjadi lagi

Dia juga meminta, tidak boleh ada warga yang main hakim sendiri dan biarkan masalah ini ditangani aparat kepolisian.

“Saya berterima kasih kepada Kapolres Flotim dan Dandim 1624 Flotim, yang telah bersiaga di lapangan, sehingga bisa mencegah terjadinya konflik susulan. Saya juga sudah meminta agar para korban ditangani secara baik,” sebutnya.

Bentrokan antarwarga dua desa ini, menurut Agus, akibat adanya anak muda yang mabuk dan saling mengancam. Saat pulang salat Ied, mereka bertemu kembali, sehingga terjadilah perkelahian di desa Bidara yang menyebabkan korban terluka dan meninggal dunia.

“Mungkin karena kematian warga Nubalema 2 ini, memicu amarah dari keluarga korban. Beberapa orang dari desa Nubalema 2 pun mencari pelaku pemukulan di desa Wewit,” terangnya.

Akhrinya terjadi bentrokan antarawarga desa Wewit dan keluarga korban dan warga desa Nubalema 2. Beberapa rumah warga di desa Wewit pun menjadi sasaran dan harus dirujuk ke Puskesmas dan RSUD dr. Hendrik Fernandez Larantuka.

Lihat juga...