hut

Polisi Amankan Delapan Pencuri Pipa Gas PLTMG Wairita

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Delapan pelaku pencurian pipa gas line di PLTMG Wairita Maumere, akhirnya berhasil ditangkap. Lima pelaku termasuk seorang penadah ditahan di Mapolres Sikka, sedangkan 3 orang lainnya, anak-anak, tidak ditahan.

“Pelakunya delapan orang dan tiga orang masih di bawah umur, sehingga tidak kami tahan. Pelaku dikenakan pasal 362 jo pasal 55 KUHP, dan diancam penjara selama 5 tahun,” sebut Kapolres Sikka, AKBP Rickson PM Situmorang, S.I.K., Kamis (13/6/2019).

Sementara penadah berinisial SJ, terang Rickson, dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Para pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Polres Sikka.

“Saat ada patroli, petugas keamanan dan polisi yang bertugas di PLTMG Wairita ternyata menemukan ada beberapa kontainer yang pintunya terbuka. Ternyata gemboknya sudah dibuka secara paksa,” terangnya.

Kapolres Sikka, AKBP Rickson PM Situmorang, S.I.K., bersama Kasat Reskrim Polres Sikka, AKP Hefri Dwi Irawan, SH., S.I.K., bersama para pelaku pencurian. -Foto: Ebed de Rosary

Setelah ditunggu beberapa saat, kata Rickson, ternyata ditemukan ada beberapa pelaku sedang berada di dalam kontainer dan mengambil beberapa alat. Setelah ditelusuri didapat keterangan pelaku sudah beberapa kali melakukan pencurian.

“Barang-barang yang dicuri bukan barang bekas, tetapi masih baru dan dilapisi plastik. Ternyata barang ini ada penadahnya dan kami kembangkan, ternyata di rumah SJ ditemukan beberapa barang mirip milik PLTMG,” jelasnya.

SJ juga mengaku telah mengeluarkan uang untuk membayar barang-barang besi tersebut senilai Rp2.500 per kilogramnya. Barang-barang tersebut dijual dengan harga barang bekas.

Kasat Reskrim Polres Sikka, AKP Hefri Dwi Irawan, SH., S.I.K., mengatakan,barang-barang yang dicuri tersebut disembunyikan terlebih dahulu di hutan alang-alang di belakang lokasi PLTMG sejauh sekitar 200 meter.

“Setelah malam hari, barangnya dibawa ke penadah untuk dijual. SJ berprofesi sebagai penjual barang rongsokan dan tempat usahanya memiliki izin resmi. Pelaku mengantar sendiri barang curian ke tempat penadah tersebut,” paparnya.

Dari jumlah barang yang hilang, terang Hefri, ternyata setelah ditelusuri disimpan di gudang penadah. Barang curian tersebut masih banyak dan sudah diamankan. Ada dua pelaku merupakan mantan karyawan di perusahaan pembangkit listrik yang baru akan memulai beroperasi ini.

“Pelaku telah melakukan pencurian pada 31 Mei 2019, dan yang terakhir Minggu 9 Juni 2019,” paprnya.

Penadah berinisial SJ mengakui barang curian dijual saat malam hari jam tujuh waktu setempat. Barang curian dimasukkan di dalam karung, sehingga dirinya juga tidak mengecek apakah barang tersebut baru atau tidak.

“Saya membeli seharga Rp2.500 per kilogram dan sudah membayar 97 kilogram seharga Rp262 ribu. Sebelumnya dijual barang bekas dan saya tidak kenal pelaku dan baru kenal saat mereka menjual barang tersebut,” akunya.

Para pelaku pencurian merupakan warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, yang bertempat tinggal di sekitar lokasi PLTMG Wairita. Ke delapan pelaku tersebut, masing-masing AR (38),TF (22), LE (19), MNS (20),B (20),PP (18),FE (15) dan MNB (16).

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!