Polisi Mediasi Dugaan Penganiayaan Siswa SMK Bina Maritim Maumere

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Kepolisian Sektor Nelle turun tangan dan melakukan konfirmasi atas beredarnya video kekerasan yang diduga melibatkan pelajar SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere.

“Kapolsek Nelle bersama Kasat Reskrim telah melakukan konfirmasi dengan kepala sekolah terkait dugaan penganiayaan dari siswa di sekolah tersebut, yang viral di media sosial,” kata Kapolres Sikka, AKBP Rickson PM Situmorang, S.I.K, Kamis (13/6/2019).

Hasil konfirmasi, kata Rickson, kepala sekolah menjelaskan video tersebut kontennya berisi visual anak didiknya yang diduga terjadi pada Mei 2019. Kejadiannya di luar halaman sekolah, tepatnya di sekitar warung di sekolah tersebut.

“Korban merupakan adik kelas dari para pelaku. Pihak sekolah juga sudah menghubungi guru, siswa dan orang tuanya. Semuanya telah dipanggil dan dimintai klarifikasi, lalu semuanya menuju Polsek Nelle,” terangnya.

Polsek Nelle, Polres Sikks, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) Sikka, telah mendampingi masing-masing pihak. Ini dilakukan dalam rangka mencari jalan penyelesaian.

“Dinas PKO Sikka juga telah memberikan bimbingan kepada pihak sekolah dan orang tua. Polres Sikka masih menunggu hasil mediasi penyelesaian kasus ini. Sejak dulu, kasus perpeloncoan tidak diperbolehkan, apalagi bully,” tegasnya.

Ia menandaskan, tidak ada plonco yang mengarah kepada aksi kekerasan dan bully. Hal itu dilarang, sehingga pihak sekolah dan organisasi di sekolah atau lainnya jangan melakukan aksi seperti ini.

Rickson menyebutkan, pihaknya tidak keberatan atau menghalangi keluarga siswa selaku korban untuk menempuh upaya hukum. Tapi ketika keputusan telah diambil, maka tidak boleh menarik laporan kembali.

“Bila telah mengambil keputusan menempuh jalur hukum, maka idak boleh mundur lagi. Jangan sampai telah diadukan ke polisi dan diproses hukum, karena berbagai pertimbangan, korban berpikir untuk berdamai,” ujarnya.

Dikatakan, proses hukum mudah, tetapi terkait dengan kasus anak di bawah umur, setelah dilaporkan ke polisi untuk proses hukum, maka tidak bisa ditarik kembali laporannya. Ini berbeda dengan kasus pidana biasa.

Pulinus Polce, selaku orang tua korban menyesali kejadian penganiayaan ini. Dirinya bersikeras agar kasus kekerasan ini diselesaikan melalui jalur hukum, karena tindakan pelaku sudah sering terjadi.

“Pelaku sering melakukan penganiayaan kepada siswa yunior atau adik kelasnya. Bukan di lingkungan sekitar sekolah saja, tetapi saat bertemu di tempat lain, pelaku sering menganiaya adik kelasnya,” sebutnya.

Polce berharap, dengan dilaporkannya kasus tersebut ke pihak kepolisian dan pihak sekolah juga telah menyetujui, maka bisa memberikan efek jera kepada siswa lainnya.

Dengan begitu, sebutnya, siswa baru di sekolah tersebut, bisa bersekolah dengan aman dan nyaman tanpa ada intimidasi dan tindak kekerasan.

Lihat juga...