Poteng Jaje Tujak, Makanan Khas Lombok Suguhan Setiap Lebaran

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LOMBOK – Salah satu jajanan tradisional khas Pulau Lombok yang hampir tidak pernah absen menjadi suguhan, setiap berkunjung bersilaturahmi dengan tetangga, keluarga maupun kerabat adalah jajanan poteng (tape) campur jaje tujak (jajanan atau camilan yang dibuat dari beras ketan dengan cara ditumbuk sampai halus).

Sementara poteng (tape) dibuat dari beras ketan dengan cara dimasak terlebih dahulu, kemudian diendapkan selama beberapa malam, hingga beras ketan lunak dan lembek.

Dedi saat bersilaturahmi dengan keluarga di antara suguhan jajanan tradisional Lombok, termasuk poteng dan jaje tujak. Foto: Turmuzi

“Poteng dan jaje tujak termasuk jajanan yang wajib setiap perayaan hari besar Islam, termasuk perayaan lebaran, sebagai suguhan bagi tamu atau keluarga yang berkunjung melakukan silaturahmi,” kata Dedi, warga Desa Gerunung, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (6/6/2019).

Dikatakan, poteng dan jaje tujak sendiri termasuk jajanan yang banyak disukai masyarakat. Tidak heran dalam setiap kesempatan selalu menjadi suguhan bersama, membuat jajanan poteng dan jaje tujak menjadi semacam jajanan wajib.

Selain jadi jajanan wajib saat lebaran, poteng dan jaje tujak juga biasa disuguhkan pada perayaan hari besar Islam seperti Isra Miraj dan maulid Nabi Muhammad SAW.

Ari, pemuda Desa Gerunung mengatakan, jajanan poteng dan jaje tujak paling enak dimakan jadi camilan sambil duduk santai minum kopi dan menghisap rokok, berkumpul bersama keluarga maupun teman.

Poteng dan jaje tujak paling enak dimakan saat tekstur jajannya masih lunak. Karena kelezatan jajanan tersebut justru akan terasa di situ. Kalau tekstur jaje tujak telah mengeras, selain rasa kurang enak, tekstur jajanan juga akan keras dan tidak asyik untuk dinikmati.

“Kalau telah lama sampai beberapa hari, selain keras, rasa juga tidak enak. Solusinya simpan dalam kulkas,” katanya.

Lihat juga...