hut

PPDB 2019, Hari Pertama Sekolah Favorit Dibanjiri Pendaftar

Editor: Mahadeva

BEKASI – Hari pertama pembukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, sekolah SMA dan MA favorit dibanjiri pendaftar.

Setya Nugraha, Humas SMA Negeri 2 Kota Bekasi – foto M Amin

Tahun ini, pendaftaran tidak mewajibkan legalisir Kartu Keluarga (KK). “Sekolah tingkat SMA/SMK di Kota Bekasi, tidak mensyaratkan legalisir KK. Tapi yang perlu dilegalisir adalah keterangan kelulusan dari tempat sekolah menengah pertama (SMP),” ungkap Setya Nugraha, Humas SMA Negeri 2 Kota Bekasi, kepada Cendana News, Senin (17/6/2019).

Di SMA 2 Kota Bekasi, tahun ajaran 2019/2020 membuka 11 Rombongan Belanjar (Rombel). Sekolah tersebut memiliki kapasitas penerimaan 374 siswa. Dihari pertama pendaftaran, sesuai data nomor antrian ada 426 yang sudah diambil pendaftar.

Sedangkan yang diinput ke dalam data hingga Senin sore, sudah mencapai 170-an pendaftar. Untuk itu diimbau, warga Kota Bekasi yang ingin mendaftar di SMA 2 Kota Bekasi, dapat bersabar dan tidak perlu mengantre, karena pendaftaran akan berlangsung hingga 22 Juni 2019.

Pendaftaran PPDB 2019 di SMA/SMK di Kota Bekasi memiliki mekanisme yang sama. Penerimaa dibagi dalam tiga jalur. Untuk itu sebelum mendaftar, orang tua dan siswa diharapkan memahami dan membaca sistem yang diterapkan.

Tiga jalur dimaksud, jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur pindah orang tua. Untuk Kota Bekasi dianggap satu zonasi, sehingga semua siswa di Kota Bekasi bisa memilih sekolah untuk mendaftar. Jalur zonasi mempertimbangkan jarak domisili atau rumah dengan sekolah yang dituju.

Dua jalur zonasi kombinasi (jarak, skor tambah nilai ujian nasional), ketiga jalur keluarga tidak mampu (KETM), dan jalut anak berkebutuhan khusus (ABK). Perlu menjadi perhatian, calon peserta didik hanya bisa memilih satu jalur dan tidak ada cabut berkas atau pindah jalur. “Itu harus menjadi perhatian, jangan asal daftar sekolah favorit. Jalur zonasi murni ditetapkan 55 persen, jalur prestasi dibagi 2,5 persen. Artinya hanya diterima paling banyak 10 siswa,” tandasnya.

Sedangkan untuk jalur penyandang disabilitas tersedia 20 persen, perpindahan orang tua seperti TNI-Polri, swasta dan lainnya 5 persen. “Misalkan adik atau keponakan dari Solo, terus mau masuk SMA di Bekasi, sementara semua adminsitrasi kependudukan dan sekolah asal dari Solo, itu susah diterima, bingung, kecuali calon siswa tersebut berprestasi bisa dimasukkan melalui jalur prestasi,” tuturnya.

Untuk di jalur prestasi, harus melampirkan pengantar misal dari olahraga dari KONI, jika prestasi dijalur akademik dapat melampirkan sertifikat atau piagam. Pantauan di SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 8, dua SMA Favorit di Kota Bekasi, hari pertama pendaftaran dibanjiri calon siswa dan orang tua. Hingga pukul 16.00 WIB dua sekolah tersebut masih dipenuhi pendaftar yang menunggu dipanggil pihak panitia.

Lihat juga...