hut

PPDB, Orang Tua Dituntut Memahami Sistem Zonasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Kurangnya memahami strategi dan petunjuk pelaksanaan dalam mendaftarkan anaknya berakibat banyak calon peserta didik gagal mendapatkan sekolah melalui jalur zonasi. Oleh karena itu,  peran pro aktif dari orang tua dalam mencari tahu penting.

Kepala SMAN 3 Jember, Rosyid Althaf, menjelaskan, sejauh ini pendaftaran PPDB di sekolahnya melalui jalur zonasi, sudah banyak calon peserta didik yang tidak masuk karena banyak orang tua yang tidak memahami juknis sistem zonasi.

“Tidak masuknya ini dikarenakan ketidaktahuan baik dari peserta maupun orang tua dalam memahami jalur masuk ini,” kata Rosyid, Rabu (19/6/2019).

Lebih lanjut Rosyid mengatakan, perlunya masyarakat selaku orang tua pro aktif untuk mencari informasi, khususnya membaca dan memahami petunjuk teknis dan bagaimana strategi agar lolos seleksi.

“Selain itu, sosialisasi juga perlu dilakukan oleh pihak terkait. Seperti di SMAN 3 Jember sudah melakukan sosialisasi ke sejumlah SMP di Jember sebelum PPDB dimulai,” ujarnya.

Rosyid juga menambahkan, pihaknya telah mensosialisasikan mengenai strategi, teknis dan sebagainya di jalur zonasi.

“Pasalnya, nilai UN tinggi belum tentu diterima kalau salah memilih, namun yang diperhitungkan yaitu terkait jarak atau zonasi tersebut,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jember, Lutfi Isa Anshori, menjelaskan, satu sisi penerapan sistem zonasi ini sangat membantu pemerataan peserta didik karena kedekatan jarak antara rumah dengan sekolah.

“Di sisi lain adalah kemampuan peserta didik yang beragam,” kata Lutfi.

Kepala cabang dispendik Jatim Wilayah Jember, Lutfi Isa Anshori. Foto: Kusbandono.

Lutfi juga menerangkan, beragamnya input dari penjaringan di jalur zonasi ini merupakan tantangan bagi sekolah untuk mengoptimalkan proses pembelajaran di sekolah agar menjadi terbaik.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dengan parameter nilai Ujian Nasional, di sekolah-sekolah tertentu hanya dipenuhi oleh para peserta didik yang memiliki rata-rata Ujian Nasional tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut Lutfi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan terobosan terkait pemetaan kompetensi tenaga pendidik.

“Zonasi ini nantinya akan didukung dengan pemetaan guru, sarana dan prasarana. Lambat laun, kualitas sekolah pun semakin merata,” jelasnya

Dispendik Jatim Wilayah Jember Belum Terima Juknis

Terkait pelaksanaan program pendidikan gratis dan berkualitas (Tis Tas) secara resmi akan diterapkan Pemprov Jatim pada Juli 2019.

Dalam kebijakan Gubernur jatim ini, seluruh SPP bagi siswa SMA-SMK akan ditanggung Pemprov Jatim. Namun terkait kebijakan ini, Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Jember belum mendapatkan petunjuk teknis hingga saat ini.

Kepala cabang dispendik Jatim Wilayah Jember, Lutfi Isa Anshori, menjelaskan, sebagai pelaksana kebijakan, pihaknya siap melaksanakan kebijakan program tersebut.

“Namun, untuk penerapan di wilayah kerjanya, Dispendik Jatim Cabang Jember belum mendapatkan juknis terkait program pendidikan tersebut,” kata Lutfi.

Menanggapi alokasi honorarium para pendidik bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang diambil dari pembayaran SPP sekolah. “Untuk pembiayaan GTT dan PTT sudah memiliki sumber pendanaan tersendiri seperti BOS dan subsidi dari provinsi,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com