PPDB SMA di Banyumas Dibagi 10 Zonasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PURWOKERTO — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Banyumas, untuk tahun ini dibagi menjadi 10 zona. Pengaturan tersebut diatur oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Seksi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Wilayah X, Yuniarso K Adi mengatakan, penerimaan PPDB dilaksanakan dalam bulan Juni ini berbasis kelurahan atau desa terdekat. Hal tersebut dimaksudkan untuk pemerataan pelayanan mutu pendidikan, sehingga pendidikan yang berkualitas tidak hanya terfokus pada sekolah favorit saja.

“Tujuannya adalah untuk menghapus diskriminasi pendidikan, eklusifisme pelayanan pendidikan dan tidak ada asumsi sekolah favorit dan sekolah pinggiran,” terangnya di Purwokerto, Kamis (20/6/2019).

Lebih lanjut Yuniarso menjelaskan, sekolah harus menerima peserta didik 90 persen yang ada di zonanya. Tidak boleh ada penolakan selama kuotanya mencukupi. Artinya peserta didik dengan nilai rendah pun jika ada di zona 1 dan memungkinkan diterima di sekolah tersebut maka harus diterima.

“Tahun lalu sistemnya tidak seperti ini. Meskipun sudah menggunakan zonasi, tetap harus dirangking dengan nilai. Kalau sekarang murni dengan pertimbangan jarak. Jadi jarak terdekatlah yang akan mendapatkan kesempatan pertama,” jelas Yuniarso.

Dalam penerapan di lapangan, jika jarak terjauh dan terdekat jumlahnya berlebih, maka seleksi selanjutnya menggunakan nilai prestasi dan terakhir faktor usia. Peserta didik yang tinggal di Kota Purwokerto diuntungkan karena bisa memilih lebih banyak SMA Negeri. Sementara untuk peserta didik di luar Kota Purwokerto, hanya mempunyai pilihan satu sekolah negeri per zonasi.

Untuk pembagian zona di Kabupaten Banyumas akan dibagi menjadi banyak zona. Dilihat dari jumlah SMA Negerinya kalau ada 15 SMA Negeri dikurangi lima SMA Negeri di kota berarti hanya 10 zona.

“Sekarang ini kecamatan yang ada sekolah negerinya tidak bisa menjadi zona bersama, sehingga berdiri sendiri-sendiri,” pungkasnya.

Lihat juga...