Program IB di Balikpapan Cukup Berhasil

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Sejak tiga tahun terakhir, Pemerintah Kota Balikpapan menjalankan program Inseminasi Buatan (IB), guna meningkatkan populasi dan memenuhi kebutuhan hewan sapi di daerahnya. Hingga 8 Mei 2019, jumlah sapi yang dilakukan inseminasi buatan sebanyak 94 ekor, dan 40 di antaranya bunting, sementara yang kelahiran 26 ekor.

Inseminasi Buatan adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu, yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut insemination gun.

“Program yang dilaksanakan dan terus dilanjutkan sejak tiga tahun terakhir ini, yaitu dengan program Siwak atau Sapi Induk Wajib Bunting. Sapi betina tidak boleh dipotong, dan kami juga melaksanakan program kawin suntik atau IB,” jelas Kepala Bidang Pangan Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan Heria Prisni, Senin (10/6/2019).

Kepala Bidang Pangan Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Heria Prisni –Foto: Ferry Cahyanti

Menurut dia, tujuan dari inseminasi buatan ini untuk meningkatkan populasi sapi dengan mengoptimalkan bibit pejantan unggul  secara luas, meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur.

“Ini menjadi tahun ketiga untuk program inseminasi buatan. Setelah beranak, dipelihara sampai sesuai usianya untuk dijual. Sapi betina tetap dijaga untuk tidak dipotong untuk menambah lagi populasinya,” tandasnya.

Heria mengatakan, program inseminasi tersebut cukup berhasil karena bisa menambah populasi, meskipun belum memenuhi kebutuhan daging kota Balikpapan.

Namun, petani atau peternak di kota bertajuk Madinatul Iman terus berupaya memenuhi kebutuhan sapi untuk Iduladha.

“Kebanyakan selama ini datang dari luar langsung dipotong di RPH. Peternak kita biasanya untuk lebaran haji, tahun ketiga sudah jalankan program inseminasi buatan,” sebutnya.

Ada pun peternak sapi yang ada di Balikpapan juga merupakan petani, karena dalam satu kelompok tani ada yang bercocok tanam dan ada juga yang beternak.

“Dalam satu kelompok ada yang punya sapi. Sebanyak 138 kelompok tani jadi campur, bukan hanya peternak sapi. Kelompok petani Balikpapan yang tersebar di Kariangau, Batu Ampar, Teritip, Manggar,” ujar Heria Prisni.

Lihat juga...