hut

PSIM Gandeng Indra Sjafri Bina Pemain Muda Yogya

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Kejutan datang dari PSIM Yogyakarta. Kontestan Liga 2 yang tengah serius menyiapkan tim menyambut kompetisi memutuskan menggandeng Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri. Indra didaulat sebagai konsultan dalam program pembinaan pemain muda.

Kepastian keterlibatan Indra Sjafri dalam proyek besar tim berjuluk Laskar Mataram diungkap langsung CEO PSIM Jaya, Bambang Susanto, Minggu (16/6/2019). Menurut Bambang, keterlibatan eks pelatih Timnas U-19 itu merupakan realisasi salah satu janji manajemen berkaitan dengan pembinaan pemain muda.

“Sesuai janji PSIM ingin melakukan beberapa hal, jersey PSIM, homebase di Yogya, kemudian pembinaan usia muda. Nah coach Indra Sjafri itu merupakan realisasi salah satu janji tersebut,” ucap Bambang.

Bambang mengaku cukup senang karena Indra Sjafri mau membantu proses pembinaan pemain muda Yogyakarta. Nantinya Indra akan berperan sebagai konsultan yang fokus pada pembinaan usia muda. Pembinaan ini, kata Bambang, ke depan diproyeksikan menjadi  akademi milik PSIM.

“Malah beliau itu sudah punya calon nama akademinya. Beliau mau membantu kita, menjadi konsultan yang fokus pada pembinaan usia muda,” jelas Bambang.

Selain itu, Indra juga membantu pelatih PSIM, Vladimir Vujovic, untuk mendapatkan pemain usia muda. Pemain inilah yang disiapkan untuk disuplai ke tim senior memenuhi kebutuhan Vlado. “Tentu saja kedua pelatih juga akan saling sharing untuk mendapatkan yang terbaik bagi tim,” terangnya.

Indra Sjafri yang sudah ber-KTP Yogya sejak 2009 lalu mengaku tidak asal menerima tawaran dari manajemen Laskar Mataram. Secara pribadi, ungkap Indra, ia punya pengalaman saat menukangi Bali United bagaimana pentingnya pembinaan usia muda.

Bahkan ia megklaim meletakkan visi misi pada awal pendirian klub untuk kemaslahatan sepakbola Bali.

Dengan pengalaman itu, ia juga ingin PSIM yang menjadi salah satu pendiri PSSI ini menghadirkan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi sepakbola Yogyakarta. Ukurannya, kata dia, suatu saat anak-anak dengan talenta terbaik asal Yogya menjadi pengisi skuad Laskar Mataram.

“Jadi bukan anak-anak terbaik Yogya jadi penonton yang main anak lain dari luar. Dulu di Bali saya pulangkan orang-orang Bali, coaching clinic di semua kabupaten dan kita pacu Askab, bantu bola dan kursus-kursus internal,” paparnya.

Hal itu pula yang ingin ia share bersma Laskar Mataram. Sehingga dalam lima tahun ke depan muncul pemain muda terbaik yang tidak saja mengisi skuad PSIM tapi juga bermain untuk Timnas.

“Potensi PSIM untuk dikembangkan jadi sepakbola yang benar-benar industri kansnya sangat besar. Dan karena histori tidak akan ada yang bisa mengklaim kelahiran PSSI selain di Yogya,” tambahnya.

Lihat juga...