hut

Puncak Arus Balik Mudik di Sumbar Diguyur Hujan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Puncak arus balik mudik lebaran pada H+4 tahun 1440 hijriyah hari ini Minggu (9/6/2019), arus lalu lintas di jalan nasional Bengkulu – Sumatera Barat (Sumbar) terpantau ramai lancar. Namun ada sejumlah titik daerah yang dilanda hujan dengan intensitas ringan, seperti di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Terpantau sepanjang perjalanan dari arah Bengkulu – Padang, hujan mulai turun di Kecamatan Batang Kapas sejak pukul 14.00 Wib. Pengendara yang didominasi pengendara roda dua, ada yang memilih berteduh dan ada yang memilih untuk tetap jalan menggunakan mantel hujan.

Puncak arus balik mudik lebaran yang berlangsung hari ini, karena terhitung besok tanggal 10 Juni 2019 para pegawai dan karyawan sudah masuk waktu kerja di hari pertama, usai melaksanakan libur lebaran selama 4 hari. Diperhitungkan kepadatan arus lalu lintas akan terjadi di malam hari.

“Kalau dari arah selatan cuaca cerah bahkan panas. Tapi setelah sampai di Kecamatan Batang Kapas ini, hujan turun. Meski tidak begitu lebat, tapi kalau dipaksakan lewat tanpa pakai mantel hujan, bisa basah juga. Jadi saya memilih untuk berteduh,” kata Maril, pemudik asal Pesisir Selatan, Minggu (9/6/2019).

Menurutnya, di daerah Pesisir Selatan, akhir – akhir ini sering turun hujan, bahkan telah terjadi saat mudik lebaran H-5 lalu. Sehingga hujan yang turun di Kecamatan Batang Kapas hari ini, sudah merupakan hal yang biasa. Kondisi hujan itu, ujarnya, biasa terjadi di daerah perbatasan Pesisir Selatan – Kota Padang.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Minangkabau, Yudha Nugraha, menjelaskan untuk kondisi cuaca Sumatera Barat pada saat arus balik hari ini relatif lebih kondusif. Ia menyebutkan untuk pagi dan siang hari kondisi cuaca cerah hingga cerah berawan di seluruh wilayah Sumatera Barat.

“Tapi untuk menjelang sore hari hingga malam hari hujan berpeluang terjadi di Kabupaten Solok Selatan, Agam, Padang Pariaman, Kabupaten Solok, Padangpanjang dan Pasaman Barat, dengan intensitas ringan hingga sedang,” jelasnya.

Yudha mengatakan penyebab adanya hujan di bagian sepanjang pantai Laut Samudera itu, berdasarkan pantauan BMKG, secara meteorologi ada yang dinamakan fenomena MJO (Madden-Julian Oscilation) yaitu suatu pola gangguan cuaca berkala di ekuator yang bergerak dari arah barat ke timur.

Dikatakannya, fenomena MJO tersebut dideteksi dengan peningkatan tutupan awan dan curah hujan di daerah yang dilaluinya. Saat ini BMKG memantau MJO sedang aktif di Sumatera Barat dan Riau bergerak terus ke arah timur.

“Kepada pemudik tetap diminta hati – hati jika ada yang melewati daerah yang tengah turun hujan. Disarankan untuk berhenti dan diharapkan jangan memaksakan tetap berkendara di saat hujan turun. Hal ini mengingat, sesuai data BPBD ada beberapa titik rawan bencana di Sumatera Barat,” jelasnya.

Terkait titik rawan bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat meminta pemudik dari perantauan untuk berhati-hati dalam perjalanan menuju ke daerah perantauan, terutama melewati jalur lintas di Sumatera Barat. Hal ini mengingat ada beberapa titik rawan bencana yang berada di rute mudik lebaran.

Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat, Erman Rahman, mengatakan, mengingat adanya informasi bahwa pemudik perantau Sumatera Barat  menggunakan jalur darat untuk melakukan arus balik mudik, karena tingginya harga tiket pesawat, untuk itu sebagai informasi bagi pemudik, ada sejumlah titik rawan bencana yang perlu diperhatikan, agar tetap berhati-hati melewati jalan rawan bencana tersebut.

Ia menjelaskan, daerah rawan bencana itu berada di kawasan Sitinjau Lauik, Lembah Anai, Kelok 44, Palupuah Agam, sebagian jalan arah Pesisir Selatan tapi tidak terlalu berisiko dan daerah Pangkalan Limapuluh Kota.

Kawasan rawan bencana ini bisa terjadi, apabila hujan turun dengan intensitas sedang – lebat. Namun melihat Sumatera Barat mulai dilanda hujan, maka perlu diperhatikan rawan bencana tersebut.

“Pemudik haruslah berhati-hati di jalur tersebut. Sebab selama ini sering terjadi bencana seperti tanah longsor dan terban. Untuk itu, BPBD menyiagakan 24 jam personel dan tim juga ada yang menyiagakan alat berat di titik rawan bencana,” ungkapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com