Ratusan Hektare Padi di Banyumas Kekeringan

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Memasuki awal musim kemarau, 500 hektare tanaman padi di Banyumas kekeringan. Saat ini usia tanaman padi masih dikisaran 50  hingga 75 hari, sehingga kebutuhan air masih sangat penting.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widarso. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala Dinas Petanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso, mengatakan, area sawah yang mengalami kekeringan adalah sawah di wilayah tadah hujan. Seperti di Kecamatan Purwojati, Lumbir, Jatilawang, Sumpiuh, dan Patikraja. Karena usia tanaman padi relatif masih muda, maka tanaman rentan rusak dan mati.

“Kondisi tanah sudah merekah, karena sudah sebulan lebih tidak turun hujan sama sekali. Untuk sawah tadah hujan, tentu rentan terjadi puso atau tanaman mati,” terangnya, Senin (24/6/2019).

Sementara itu, Staf Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (LHPT) Banyumas, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Aries Pratomo, mengatakan, selain Banyumas, wilayah yang mengalami kekeringan adalah Cilacap.

Area sawah yang mengalami kekeringan di Cilacap mencapai 250 hektare.  “Kalau di Kabupaten Cilacap, sawah yang terimbas kekeringan mulai terjadi bulan Juni ini dan sudah seluas 250 hektare. Kalau Kabupaten Banyumas sudah sejak bulan Mei lalu, jadi lebih awal,” katanya.

Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara, sampai saat ini belum ada laporan kekeringan area tanaman padi. Di dua kabupaten tersebut, area tanaman padi tidak terlalu luas. Purbalingga dan Banjarnegara justru didominasi tanaman hortikultura, seperti cabai, kubis, kentang, dan kol. Tanaman hortikultura tidak terlalu terimbas kekeringan.

Luas sawah di Kabupaten Purbalingga ada 18.000 hektare, di Banjarnegara mencapai 11.000 hektare. Sedang untuk Kabupaten Banyumas, luas hamparan sawah ada 60.000 hektare dan di Cilacap ada 30.000 hektare.

Kekeringan area sawah di Kabupaten Banyumas sendiri sudah merampah hingga ke 10 kecamatan. Sawah-sawah yang mengalami kekeringan tersebut akan dilaporkan ke pemerintah pusat, untuk diusulkan mendapat bantuan pergantian benih padi ataupun bantuan pompa air.

“Perlu ditegaskan, area sawah yang kita golongkan mengalami kekeringan dan bisa diajukan mendapat bantuan dari pusat adalah sawah yang sudah ditanami padi dan kering. Sehingga untuk area sawah yang belum ditanami padi, tidak termasuk dalam hitungan,” pungkasnya.

Lihat juga...