‘Rembuk Stunting’ Kukar, Upaya Penanganan ‘Stunting’ Terintegrasi

SAMARARINDA — Bupati Kutai Kartanegara Edy Damansyah mengajak semua pihak khususnya Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) untuk mengubah budaya kerja dengan melaksanakan kegiatan Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi (P2ST).

Pada pertemuan Rembuk Stunting yang digelar dalam pelaksanaan kegiatan P2ST di Samarinda, Jumat (14/6), dia berharap tidak hanya membedah persoalan dan stratagi penangananya, tapi bagaimana menjadi ajang membangun komitmen dan semangat serta pola pikir dan budaya OPD di lingkup Pemkab Kutai Kertanegara.

“Khususnya dinas kesehatan diharapkan memaksimalkan peran melaksanakan kegiatan P2ST hingga kecamatan dan desa/kelurahan melalui Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, Posyandu, dan dasawisma,” kata Edy Damansyah saat membuka Rembuk Stunting Kukar, di RSUD AM Parikesit Tenggarong.

Ia berharap Kepala Dinkes Kukar yang baru dilantik akan membawa semangat baru melaksanakan budaya kerja baru mewujudkan target-target penanganan kasus stunting secara terintegrasi.

Menurutnya, berbagai rekomendasi yang dihasilkan dari rembuk stunting tidak dapat dicapai dengan baik manakala Dinkes tidak merubah pola pikir dan budaya kerja.

Bupati Kukar berharap kedepan Dinkes dapat menyusun program-program yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karenanya kegiatanya harus mengarah fokus mendasar penanganan stunting.

“Jangan kunjungan ke Australia, tapi lebih disarankan untuk melakukan kunjungan ke desa-desa dan kelurahan. Saya sudah mendorong sekda selaku ketua tim anggaran agar memberikan dukungan anggaran cukup bagi Dinkes untuk menjangkau desa desa dan kelurahan di wilayah Kukar,” ujar Edi Damansyah.

Dia mengatakan sebagai penunjang Pemkab Kukar pihaknya akan terus melakukan peningkatan fisik Puskesmas beserta penguatan fungsi Puskesmas dan Puskesmas Pembantu agar dapat memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat dan didukung dengan penguatan atau revitalisasi Posyandu.

Hal itu, kata dia, termasuk akan mendorong peningkatan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan kesehatan dengan pelibatan peranserta dunia usaha melalui program sosialnya untuk fasilitasi program jaminan sosial masyarakat miskin dalam rangka mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat .

“Saya juga minta Danramil maupun Kapolsek ikut berperan. Jika ada ibu hamil maupun anak kurang gizi angkut bawa Puskesmas atau Puskesmas pembantu untuk memastikan warganya sehat. Intinya semua diajak punya niat tulus ikhlas untuk melaksanakan program yang konkrit dengan kerja yang nyata,” ujarnya.

Kegiatan Rembuk Stunting merupakan bagian menyambung dan mengurai salah satu program prioritas nasional dalam rangka penanganan stunting terintegrasi.

“Selama ni kerja sendiri-sendiri. Ke depan dengan semangat dan satu tekad kita bersama-sama melaksanakan kegiatan penanganan stunting terintegrasi,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...