hut

Rombongan Damandiri Kunjungi Desa Cerdas Mandiri Lestari Bantar Agung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAJALENGKA – Subiakto Tjakrawerdaja, Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI) bersama dengan Firdaus, Sekretaris Yayasan Damandiri, Siswanto Bendahara Yayasan Damandiri, dan beberapa tim dari Jakarta melakukan kunjungan peninjauan lahan dan objek wisata. Sekaligus pencanangan Desa Cerdas Mandiri Lestari di Bantar Agung, Kabupaten Majalengka.

Subiakto mengatakan, bahwa Desa Cerdas Mandiri Lestari memiliki konsep membentuk masyarakat yang mandiri yakni masyarakat yang memiliki daya saing dan daya tawar tinggi.

Masyarakat yang modern dalam arti maju, kreatif dan inovatif, dengan menjunjung tinggi kearifan lokal yang ada. Baik itu budaya, tradisi masyarakat, maupun potensi alam yang dimiliki seperti yang terdapat di desa Bantar Agung.

Subiakto katakan, lahan dan objek wisata Bantar Agung Kabupaten Majalengka sangat potensial dikembangkan dengan aneka ragam.

Dalam kunjungan ke objek wisata Ciboer Pass, Subiakto menyampaikan kepada Maman Surahman, kepala desa Bantar Agung,  objek wisata Ciboer Pass perlu adanya sentuhan atau polesan lagi agar semakin menarik pengunjung.

Menurut Subiakto, objek wisata Ciboer Pass sangat bagus view-nya untuk muda mudi berselfie ria, untuk tempat kongkow. Namun akan semakin bagus lagi jika di sepanjang lokasi ditanami dengan tanaman bunga sehingga suasana semakin hidup.

“Sayang jika tampilannya hanya seperti ini. Lokasi ini bisa lebih hidup dan semakin ramai lagi apabila ditambah dengan berbagai ornamen,” ucapnya, Kamis (27/6/2019) di objek wisata Ciboer Pass, Majalengka.

Menurut Subiakto, konsep atau rancangan objek wisata Ciboer Pass yang sudah dibuat oleh pihak pengelola dinilai sudah bagus. Hanya ada beberapa penambahan yang perlu diperhatikan lagi.

Subiakto berharap adanya kesepakatan kerjasama antara Yayasan Damandiri dengan desa Bantar Agung tidak hanya mengembangkan desa tersebut menjadi Desa Cerdas Mandiri Lestari saja, tetapi juga ruang lingkup yang ada di desa seperti objek wisata dan lain-lain juga menjadi perhatian bersama.

“Tempat wisata ini potensinya sangat bagus, dan Yayasan Damandiri akan memberikan bantuan untuk mengubah objek wisata ini menjadi lebih bagus lagi, menjadi lebih hijau dan asri. Yayasan Damandiri akan berikan Rp50 juta melalui koperasi nantinya,” katanya lagi.

Firdaus, Sekretaris Yayasan Damandiri berbicara dengan Maman Surahman (batik coklat), kepala desa Bantar Agung perihal bantuan kerjasama objek wisata Ciboer Pass. Foto M. Fahrizal

Firdaus, Sekretaris Yayasan Damandiri, ikut menambahkan, bahwa apa yang sudah dikerjakan secara bertahap oleh pengelola, adanya ikatan kerjasama antara pengelola dengan pihak lain dalam pembangunan objek wisata ini, dapat berjalan dengan baik.

“Kita, dalam hal ini Yayasan Damandiri tidak ingin pengelola menjadi bingung dalam ikatan kerjasama. Kerjasama dengan pihak lain harus ditentukan lokasi  mana yang digunakan, agar ketika Yayasan Damandiri memberikan bantuan dalam bentuk kerjasama tidak tumpang tindih lokasinya,” ucapnya.

Maman Surahman, kepala desa Bantar Agung berharap, berawal dari objek wisata Ciboer Pass ini, nantinya Yayasan Damandiri akan memberikan bantuan kerjasama pada objek wisata lainnya di desa Bantar Agung.

Lihat juga...