hut

RSUD Bekasi Operasikan Poli Forensik Klinik dan Medikolegal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Chasbullah Kota Bekasi di jalan pramuka nomor 55 Bekasi selatan Kota Bekasi, Jawa Barat, mengoperasikan Poli Forensik Klinik dan Medikolegal. Hal tersebut sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan masyarakat Bekasi atas layanan forensik.

“Ilmu Kedokteran forensik adalah salah satu ilmu kedokteran yang meliputi layanan Forensik klinik (korban hidup), Forensik patologik (korban meninggal), Medikolegal (tata cara baku yang mengatur profesi dokter), “ungkap Kusnanto, Direktur RSUD dr. Chasbullah Kota Bekasi, saat peresmian pelayanan, Kamis (20/6/2019).

Dikatakan selama ini kebutuhan masyarakat di Kota Bekasi, akan layanan forensik cukup tinggi. Hal tersebut sebagai dasar RSUD Bekasi mengembangkan layanan dengan membuka poli forensik klinik dan medikolegal dengan tujuan untuk memangkas alur layanan yang ada sebelumnya.

Disamping itu tandasnya, layanan tersebut untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi pasien dugaan korban tindak pidana tertentu. “Ini juga bentuk mendukung program Wali Kota Bekasi mewujudkan kota Bekasi menjadi kota ramah anak,” tukasnya.

Kusnanto berharap melalui pengembangan layanan di RSUD Bekasi, ke depan mampu memberi manfaat besar bagi kepentingan masyarakat kota bekasi. Dengan beroperasinya Poli Forensik ke depan pasien yang ingin menjalani pemeriksaan visum, tidak perlu mengantri dengan pasien lainnya.

“Ini jadi satu-satunya di Jawa Barat, ke depan diharapkan RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid ini bertransformasi menjadi rumah sakit satelit bagi Rumah Sakit di Jawa Barat,” imbuhnya.

Sementara Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengapresiasi langkah yang diambil oleh pihak RSUD untuk menjawab tantangan yang diberikan supaya sektor pelayanan kesehatan yang ada di Kota Bekasi semakin maju khususnya bagi pasien kekerasan fisik.

“Ini jadi bukti bahwa RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid terus meningkatkan pelayanannya demi memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya bagi pasien yang diduga mengalami dugaan kekerasan fisik,” tutur Tri Adhianto, sore tadi.

Layanan poliklinik forensik dan medikolegal ini berada di lantai 3 gedung B dan memiliki dua dokter spesialis forensik yaitu dr. Zulhasmar Syamsu, S.H., Sp. FM dan dr. Stephanus Rumancay, M.H., Sp.FM.

Lihat juga...