hut

Sampah di NTT Belum Dikelola Dengan Baik

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Pengolahan sampah di berbagai kabupaten dan kota di NTT, belum dilakukan secara baik oleh pemerintah. Ini yang menyebabkan, sampah selalu menjadi persoalan dari waktu ke waktu di NTT.

Direktur Bank Sampah Flores Wenefrida Efodia Susilowati.Foto :Ebed de Rosary

Masih dibutuhkan langkah konkrit mengatasi persoalan sampah di NTT. “Kondisi sampah di Flores dan NTT masih belum diolah secara baik. Belum ada sistem pengelolannya, dan masih pakai sistem yang lama,” sebut Wenefrida Efodia Susilowati, Direktur Bank Sampah Flores, Rabu (26/6/2019).

Kebanyakan, sampah hanya dibuang saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Bahkan ada yang dibakar. Metode 3R sesuai Undang-Undang No.18/2008. tentang Pengelolaan Sampah masih belum dijalankan sebagaimana mestinya. Solusi terbaiknya, bila belum memiliki sistem pengolaan, sebaiknya mengurangi penggunaan pemakaian single use plastic. Menyadarkan masyarakat, agar lebih bijaksana dalam membeli dan memakai produk.

“Yang harus dilakukan pemerintah yakni mengatur sistemnya, membuat regulasi dan kebijakan. Juga penting memastikan ada tempat-tempat sampah yang disediakan di areal publik dan harus mengangkut sampah secara rutin,” sarannya.

Untuk menyelamatkan bumi, dapat dimulai dari hal-hal kecil termasuk dari diri sendiri dan keluarga. Bijaksana dalam membeli dan memakai produk, contohnya dalam mengkonsumsi produk berbahan plastik sekali pakai. “Kalau belanja, bawa tas sendiri. Kemana mana bawa air dan tempat minum sendiri, serta menolak sedotan plastik. Itu hal-hal sederhana yang bisa dilakukan tanpa perlu intervensi orang lain,” tuturnya.

Susi menyebut, di Flores hampir setiap hari sampah dibuang di sembarang tempat. Ancamannya, kalau sampah plastik dibuang di tanah bisa mencemari tanah, yang dibuang di sungai dan laut mencemari air dan biota laut. Sampah yang dibakar juga mencemari udara. “Ancaman ini akan bertambah dan meningkat, kalau setiap individu dan keluarga serta masyarakat masih berperilaku kurang bertanggung jawab,” tandasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka, Yunida Pollo, mengamini mengenai belum maksimalnya pengolahan sampah di NTT. Menurutnya, selain keterbatasan anggaran dan sumberdaya, pihak juga masih minim peralatan. “Tempat sampah kita masih kurang. Selain itu, kendaraan pengangkut sampah serta alat berat di TPS serta tenaga pengolahannya. Sampah masih ditumpuk dan dibakar saja,” terangnya.

Selain itu, sampah yang dibuang ke TPS Wairii, di luar Kota Maumere, hanya ditumpuk. Meski ada pemulung yang memilah sampah untuk dijual kembali, hal tersebut belum mampu mengatasi persoalan yang ada.

Lihat juga...