Seblak Makanan Khas Bandung yang Lezat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Salah satu makanan khas asal Bandung yang mulai dikenal oleh masyarakat Lampung adalah seblak.

Kuliner tradisional tersebut merupakan makanan yang terbuat dari kerupuk aci basah dikombinasikan bersama berbagai jenis bumbu rempah. Sebagai makanan tradisional, seblak kerap dikombinasikan dengan varian lain salah satunya boga bahari (seafood).

Nova, pramusaji kedai Seblak Judess menyebut, seblak kini menjadi kuliner tradisional yang dijual sebagai jajanan. Meski kuliner tradisional namun seiring perkembangan zaman berbagai varian rasa, penyajian menjadi cara penarik pelanggan.

Kedai seblak dengan jargon judess sendiri merupakan akronim dari kata juaranya pedas. Sebab salah satu ciri makanan tradisional Indonesia identik dengan rasa pedas sesuai selera masyarakat.

Seblak yang dibuat dari kerupuk basah menurut Nova sejatinya tetap memakai bahan dasar kerupuk aci basah. Namun tren masyarakat kekinian yang tertarik pada cita rasa unik, menarik dan membuat penasaran, seblak judess dibuat menjadi sejumlah variasi penyajian.

Beberapa variasi seblak kekinian tanpa meninggalkan rasa khas seblak sekaligus menyesuaikan selera agar kuliner tradisional seblak diterima berbagai kalangan.

“Kalau mendengar jajanan seblak pasti orang akan langsung mengingat makanan tradisional, namun dengan kombinasi yang unik dan penyajian berbeda membuat kuliner ini lebih terlihat kekinian,” terang Nova saat ditemui Cendana News, Sabtu (15/6/2019).

Nova menambahkan seblak semula hanya makanan ringan, namun dengan isian atau topping beragam membuat seblak menjadi makanan berat. Bahan utama seblak sekaligus bumbu tetap tidak berbeda dengan pakem utama dalam pembuatan kuliner tradisional tersebut.

Selain bahan utama kerupuk aci basah, bumbu pelengkap untuk kuah meliputi bawang putih, kencur, cabai merah, cabai rawit, daun bawang, garam, kaldu ayam bubuk.

Proses pembuatan seblak juga mudah, setelah berbagai jenis bumbu disiapkan dengan cara dihaluskan, bumbu ditumis dalam wajan hingga matang. Setelah semua bahan bumbu tercampur sempurna yang sudah matang, lalu kerupuk aci basah bisa dituangkan pada kuah.

Bahan dasar seblak tersebut selanjutnya bisa ditambahi varian isian sesuai selera. Pada awalnya seblak kerap hanya divariasikan dengan isian somay, sosis, mie, ikan atau daging ayam.

Seiring perkembangan kuliner kekinian, variasi dalam penambahan bumbu, isian menciptakan variasi yang beragam. Khusus kedai seblak judess dengan jargon juaranya pedass, tingkat kepedesan yang berbeda dimulai dari level 0 hingga level 5 dengan istilah berbeda.

Level 0 disebut pedas manja, level 1 disebut pedas selow, level 2 disebut pedas maknyoos, level 3 disebut pedas gila, dan level 5 disebut yakin loee!

“Penciptaan istilah tingkat kepedasan sebagai penarik konsumen sekaligus isian atau toping akan berbeda,” ujar Nova.

Sebagai wilayah yang dikenal dengan kawasan bahari, seblak judess yang dijual di Lampung menurut Nova dominan divariasikan dengan isian boga bahari (seafood). Isian tersebut diantaranya bakso ikan, otak otak, stik ikan, tahu ikan, lumpia ikan, bakso salmon, stik kepiting.

Selain itu beragam varian isian juga disediakan meliputi mi, kwetiau, kerupuk, sayap, ceker, cikuwa, jamur enoki,  jamur kuping, keju dan lain-lain.

Sebagai kuliner tradisional yang kerap disukai dengan cita rasa pedas, seblak judess lima level banyak diminati pelanggan. Kedai seblak judess di terminal eksekutif Bakauheni diakuinya merupakan cabang ketiga dari dua cabang lain di Mall Boemi Kedaton (MBK) dan Pahoman, Bandarlampung.

Ia menyebut dalam sehari minat akan seblak varian boga bahari cukup banyak. Selain penumpang kapal eksekutif, masyarakat di sekitar Bakauheni juga menyukai seblak judess.

Ezra menikmati jajanan seblak dengan berbagai varian tambahan boga bahari – Foto: Henk Widi

Dijual dengan harga satu porsi Rp29.000, penikmat kuliner seblak judess diakuinya bisa memilih sejumlah isian. Rata-rata isian yang ditawarkan seharga Rp6.000. Level kepedasan yang diinginkan sesuai selera pelanggan disesuaikan dengan kepedasan sambal pada kuah.

Sebagai kuliner tradisional, seblak judess diakui Nova bisa dinikmati saat perjalanan di atas kapal atau saat santai di dermaga eksekutif karena disajikan memakai mangkuk lengkap dengan sendok.

Ezra, saat pertama kali menikmati seblak menyebut, rasa pedas yang khas dengan isian makanan olahan laut cocok di lidah. Sebagai makanan ringan sekaligus berat seblak menurutnya cocok dinikmati saat malam hari atau ketika musim penghujan.

Bumbu rempah yang khas dengan level kepedasan berbeda menjadi penghangat tubuh saat musim dingin.

Lihat juga...