hut

Sebulan Lebih, Puskesmas Sumpiuh II Kesulitan Air Bersih

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Meskipun musim kemarau belum berlangsung lama, namun sejumlah wilayah di Kecamatan Sumpiuh sudah mengalami kesulitan air bersih. Termasuk di tempat vital seperti Puskesmas Sumpiuh II.

Menurut tukang kebun Puskesmas Sumpiuh II, Ismanto, setiap hari ia harus mengambil air dari sumur untuk mengisi bak mandi serta menyiram tanaman di sekitar Puskesmas.

Sumur yang berdiameter sekitar 70 centimeter tersebut, juga sudah minim air. Kedalaman sumur sampai 15 meter lebih dan airnya diambil dengan cara ditimba menggunakan ember.

“Dasar sumur sudah batu cadas, sehingga tidak bisa digali lagi. Airnya juga sudah dalam sekali,” tuturnya, Minggu (16/6/2019).

Meskipun Puskesmas Sumpiuh II tidak ada rawat inap, namun jika ada pasien melahirkan, maka akan menginap 1-2 malam. Sehingga kebutuhan air di kamar mandi menjadi vital. Ismanto setiap hari harus mengambil air dari sumur untuk kebutuhan air di Puskesmas.

Kondisi tersebut sudah berlangsung selama satu bulan lebih. Bahkan, sawah yang berdekatan dengan Puskesmas juga sudah mengering dan tanahnya retak-retak.

Wilayah Kecamatan Sumpiuh dan sebagian Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas merupakan daerah cekungan. Saat musim hujan, daerah tersebut menjadi langganan banjir dan saat masuk kemarau, mengalami krisis air bersih paling awal.

Ismanto mengatakan, pihak Puskesmas sedang membuat sumur lagi di bagian halaman lain. Rencananya sumur yang baru tersebut, jika airnya bagus akan dipasang pompa penyedot. Namun, sampai saat ini, galian sumur yang baru juga belum mengeluarkan air.

Sementara itu, dari data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, droping air bersih sudah dilakukan ke beberapa wilayah, seperti Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, kemudian Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor dan Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang.

Wilayah droping air semuanya di daerah pinggiran yang sudah mengalami krisis air bersih lebih awal.

“Untuk Kecamatan Sumpiuh droping air baru di Desa Nusadadi, kalau untuk Puskesmas Sumpiuh II memang belum ada droping air,” kata Kepala BPBD Banyumas, Ariono.

 

Lihat juga...