Sejumlah Wilayah di Sulteng Dilanda Banjir

Sejumlah warga berjalan melewati tebing gunung untuk menghindari arus air banjir bandang yang melanda Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (28/5/2019). Ratusan warga di desa itu terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak dan tergenang air banjir bandang yang terjadi pada Minggu (26/5/2019) malam. Banjir itu juga mengakibatkan putusnya jalan yang menghubungkan dengan empat kecamatan lainnya di kabupaten itu - Foto Ant

PALU – Sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa hari terakhir dilanda banjir. Bencana terjadi, menyusul meningkatnya intensitas curah hujan menjelang Lebaran 2019 yang tinggal beberapa hari lagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng, Bartolomeus Tandigala, membenarkan, banjir melanda Kabupaten Morowali Utara dan Banggai. Banjir menyebabkan rumah penduduk terendam, dan satu  jembatang di Kabupaten Banggai dilaporkan putus diterjang air bah.

Namun demikian, belum ada laporan resmi yang diterima BPBD Provinsi dari BPBD di dua kabupaten di Sulteng yang dilanda banjir tersebut. “Hingga kini kami belum mendapat informasi atau laporan resmi dari BPBD Kabupaten Morowali Utara dan Banggai soal bencana alam yang terjadi di dua daerah di Sulteng itu,” jelasnya.

Namun demikian menurutnya, banjir terjadi karena hujan yang mengguyur daerah tersebut selama beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar, semua petugas BPBD masih sibuk melakukan evakuasi para warga yang rumahnya terendam banjir, sehingga belum dapat memberikan laporan resmi.

Hampir semua wilayah di Sulteng rawan banjir dan longsor, sehingga perlu diwaspadai masyarakat, terutama yang selama ini sudah menjadi langganan banjir. Selain Kabupaten Banggai dan Morowali Utara, juga beberapa kabupaten lain yang rawan banjir dan longsor adalah Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, Morowali, Donggala, Tolitoli, Buol, Sigi dan Kota Palu.

Bahkan Kabupaten Sigi dan Kota Palu beberapa waktu lalu juga dilanda banjir, yang mengakibatkan rumah warga terendam dan tertimbun lumpur. Banjir di Sigi juga telah mengakibatkan prasana jalan antara Desa Saluki-Tuva di Kecamatan Gumbasa tiga kali putus diterjang banjir. Hingga kini ada banyak korban banjir di daerah itu yang masih tinggal di beberapa titik lokasi pengungsian, karena telah kehilangan rumah hanyut dan tertimbun lumpur.

BPBD Sulteng meminta semua jajarannya di seluruh kabupaten dan kota, untuk tetap siaga dan segera melaporkan bila terjadi bencana alam agar mendapat perhatian semua pihak terkait. (Ant)

Lihat juga...