Selama Lebaran, Dinkes Lebak Siapkan 42 Puskesmas

Ilustrasi - Pelayanan di Puskesmas - Dok CDN

LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten, menyiagakan 42 Puskesmas untuk melayani pengobatan dan tindakan medis bagi masyarakat selama Lebaran 2019.

Kepala Dinkes Lebak, Maman Sukirman di Lebak, Senin, mengatakan pihaknya menjamin masyarakat selama Lebaran dapat terlayani pengobatan dan tindakan medis dengan melibatkan 700 orang.

Mereka petugas medis di Puskesmas juga tersebar di enam posko tambahan dan lima posko mobile guna melayani masyarakat.

Petugas medis juga tersebar di 28 kecamatan dan buka 24 jam selama Lebaran untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para pemudik maupun masyarakat setempat.

“Kita mengoptimalkan tenaga medis sebanyak 700 orang terdiri atas dokter, perawat dan bidan selama 24 jam,” ujarnya.

Ia menginstruksikan seluruh petugas medis yang bertugas di Puskesmas siaga selama Lebaran guna menangani kejadian luar biasa (KLB) maupun kecelakaan lalu lintas.

Begitu juga petugas kesehatan berjaga-jaga di setiap posko Puskesmas secara bergantian untuk memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat.

Mereka secara bergantian bertugas sesuai jadwal masing-masing di Puskesmas.

Selain itu pihaknya juga membuka enam posko tambahan, seperti di stasiun, terminal, pinggir jalan raya yang padat kendaraan serta di lokasi objek wisata.

Pos pelayanan kesehatan tersebut menyediakan fasilitas mobil ambulans, tenaga medis, petugas palang merah remaja dan obat-obatan.

“Kami siap memberikan pertolongan pertama pada pemudik yang mengalami kecelakaan,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Hj Hasanah, menjelaskan, pihaknya telah menyiagakan pelayanan medis dengan mendirikan Posko Lebaran untuk memberikan pelayanan kepada pemudik yang menggunakan angkutan.

Dengan pemberlakuan siaga ini, kata dia diharapkan selain bisa mencegah kasus KLB juga dapat menolong pemudik yang mengalami kecelakaan kendaraan.

Sebab tahun-tahun lalu di wilayah tugasnya seringkali kedatangan pasien kecelakaan lalu lintas.

Begitu pula setelah Lebaran banyak juga pasien yang menderita gangguan pencernaan, seperti diare maupun keracunan makanan.

“Kami bekerja selama 24 jam untuk memberikan pertolongan medis selama Lebaran,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...