Sidang Sengketa Pilpres, Saksi: Situng KPU Tampilkan Data Salah

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Sidang lanjutan sengketa PHPU Pilpres 2019 di ruang rapat Pleno Mahkamah Konstitusi (MK) menghadirkan saksi Hermansyah.

Menurut saksi yang juga memiliki latar keahlian dalam bidang IT lulusan Institut Teknologi Bandung tersebut, ada masalah dan kejanggalan Sistem Informasi Penghitungan Suara (situng) KPU, terutama terkait kesalahan input data perolehan suara sehingga menampilkan data keliru.

Hermansyah menyebutkan bahwa dirinya mendatangi KPU Pusat pada 3 Mei dan KPUD Bogor 4 Mei bersama Fadli Zon. Di sisi KPU Pusat, banyak sekali kelemahan dari sisi pelaporan, ia sendiri membaca dan mendapatkan informasi sekitar 73 ribu kesalahan di sisi input dilaporkan ke Bawaslu dan sebagainya, itu yang diketahui.

“Jadi saya menyimpulkan ada satu kelemahan yang paling mendasar adalah bagaimana melakukan input di situng milik KPU tersebut,” kata Hermansyah di hadapan majelis hakim MK, Rabu (19/6/2019).

Bukan hanya situng yang bermasalah, menurut Hermansyah kinerja dari penginput data dan verifikator juga bermasalah. Karena jumlah petugas di situng hanya 25 orang yang ditetapkan oleh KPU. Dan anehnya lagi, lanjut Hermansyah, saat dirinya berkunjungi ke KPUD Bogor hanya 4 orang pegawai dan satu orang verifikasi yang ada di sana.

“Saya melihat bahwa hasil scan C1 dan teks berisi informasi di dalam C1 tidak masuk dalam waktu yang sama. Kita lihat ada ribuan file tanpa teks. Delay antara pengiriman teks bisa 5-10 menit setelah itu baru file ditampilkan,” ungkapnya.

Lihat juga...