Sikka, Daerah yang Bagus Menjaga Keharmonisan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Tim Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengunjungi kota Maumere kabupaten Sikka. Kedatangan tim ini untuk melihat kemajemukan yang ada di daerah dan mengumpulkan data  informasi terkait aspek kemajemukan bangsa.

“Kami melakukan pengumpulan data dan informasi terkit aspek kemajemukan bangsa juga pembangunan dan kesejahteraan nasional. Kita ini negeri yang sangat majemuk dan sangat bhineka,” sebut tim kajian Wantimpres, Dr. Riefki Muna, Kamis (20/6/2019).

Tim kajian Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Dr. Riefki Muna. Foto: Ebed de Rosary

Kunjungan anggota Wantimpres RI kata Riefki, dalam rangka membahas Kajian Kemajemukan Bangsa Sebagai Basis Pembangunan Kesejahteraan Rakyat.

Saling menghargai, mengolah perbedaan secara bersama di negeri yang sangat majemuk sangat penting sekali membawa Indonesia ke depan.

Maumere merupakan salah satu daerah yang dipilih dan dikunjungi jelas Riefki, karena kekhasan wilayah ini.

Daerah ini dari komposisi penduduk mayoritas Katolik dan tim sebelumnya telah mengunjungi Padang dimana daerahnya mayoritas memeluk agama Islam.

“Kami mencoba melihat bagaimana pola hubungan masyarakat. Bagaimana kemajemukan itu menjadi pasar untuk sektor kesejahteraan. Maumere dan kabupaten Sikka merupakan wilayah yang paling bagus menjaga keharmonisan,” ujarnya.

Tim Wantimpres jelas Riefki, mendapatkan informasi dari sebagian tokoh masyarakat yang menyampaikan bahwa kabupaten Sikka telah majemuk sejak awal. Masyarakat dari berbagai agama saling menghargai.

“Bukan hanya dialog tapi kerjasama antar masyarakat yang berbeda latar belakang agama. Itu menjadi hal yang penting. Perbedaan bukan persoalan yang memisahkan tapi bagian yang menambah warna-warni yang merekatkan,” tegasnya.

Syahlarriyad anggota tim Wantimpres lainnya katakan, peran dari tokoh masyarakat di Sikka sangat penting dalam mengelola kemajemukan dan menjaganya.

“Aspek ini menjadi penting untuk dikelola sebab bila kita tidak mampu mengelola kebhinekaan maka persoalan akan muncul. Kami sudah ke Padang, Banten, Bandung, Aceh, Sikka dan nantinya ke Manado,” terangnya.

Kabupaten Sikka menarik, tutur Syahlarriyad, sebab daerahnya menghasilkan tokoh-tokoh nasional. Tokoh-tokoh tersebut bukan hanya di pemerintahan tetapi intelektual di negeri ini. Pendidikan di daerah ini juga bagus.

“Sebelumnya kami melihat kemajemukan politik dan budaya dan saat ini kami melihat kemajemukan dalam kaitannya dengan membangun kesejahteraan. Kemajemukan menjadi basis dan itu harus menjadi perhatian semua,” pungkasnya.

Lihat juga...