Singkawang Galakkan Pertanian Bebas Residu Pestisida

Ilustrasi -Dok: CDN

PONTIANAK – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggalakkan budi daya tanaman padi bebas dari residu pestisida.

“Penggunaan pestisida kimia secara masif memang dapat menyelamatkan pertanaman dari kegagalan panen, tetapi penggunaan pestisida kimia yang terus menerus dan dalam jumlah yang tinggi dapat merugikan alam dan manusia sendiri,” kata Tjhai Chui Mie, di Kalimantan Barat, Minggu (23/6/2019).

Menurutnya, akibat pemakaian  pestisida, keseimbangan ekologi dapat terganggu karena terbasminya musuh alami. Pestisida kimia juga dapat menjadi residu pada produk yang dihasilkan.

“Untuk menekan dampak merugikan tersebut, perlu digalakkan budi daya tanaman yang mengurangi penggunaan pestisida kimia,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat dan berkualitas, maka harus tersedia pangan secara cukup dan bermutu.

“Sehingga beras yang dikonsumsi harus beras sehat bebas residu bahan kimia, khususnya residu pestisida yang dapat membahayakan kesehatan manusia,” ungkapnya.

Pestisida kimia, tegasnya, perlu diganti dengan teknologi pengendalian alternatif, yang lebih banyak memanfaatkan bahan dan metode hayati, termasuk musuh alami hama, pestisida hayati dan feromon (zat perangsang organisme pengganggu tanaman).

“Dengan cara ini, dampak negatif penggunaan pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan dapat dikurangi. Untuk itu, perlu digalakkan budi daya padi bebas residu, terutama ditujukan terhadap kualitas hasil gabah atau beras,” ajaknya.

Dia menyatakan, budi daya Padi Bebas Residu di Kota Singkawang dilaksanakan seluas 2.000 hektare yang tersebar di lima Kecamatan, dengan jumlah CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) Kelompok Tani Penerima Manfaat 116 Kelompok Tani. (Ant)

Lihat juga...