hut

Siswa SMPN1 Lewolema Lolos Seleksi Festival Literasi Nasional

Editor: Mahadeva

LARANTUKA – Siswa dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lewolema lolos seleksi peserta Festival Literasi Sekolah (FLS) nasional 2019. Prestasi tersebut menjadi yang pertama kali bisa diraih siswa dari Kabupaten Flores Timur.

Nita Ruron siswi SMPN1 Lewolema kabupaten Flores Timur yang lolos seleksi Festifal Literasi Nasional. Foto : Ebed de Rosary

Adalah, Elisabet Bota Ruron, nama siswa yang berhasil lolos dalam seleksi FLS dari cabang lomba menulis esai. Siswa yang akrab disapa Nita Ruron, menjadi satu-satunya siswa dari NTT yang lolos seleksi FLS Nasional.

“Nita lolos pada cabang penulisan esai dan berhak mengikuti Festival Literasi Nasional (FLS) tingkat nasional 2019 di Jakarta. Dia juga akan tampil mempresentasian esainya yang berjudul Bumi Adalah Harta Karun Kita,” terang Maksimus Masan Kian, guru SMP Neger 1 Lewolema, Kamis (27/6/2019).

Maksi menyebut, Nina yang merupakan Ketua Komunitas Literasi SMP Negeri 1 Lewolema, di sekolah dikenal sebagai siswa yang cerdas, aktif, kritis dan percaya diri. Selain berprestasi di kelas, Dia juga aktif menulis di majalah dinding sekolah. “Dia juga mengikuti kompetisi menulis tingkat daerah, dan menjadi salah satu penulis pada buku Mata Pena edisi perdana Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema. Di 2018, Dia mewakili NTT, menghadiri kongres anak di Jawa Barat,” tambahnya.

Maksi yang merupakan Pembimbing Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema, mengaku tidak kaget jika Nita bisa lolos seleksi level nasional. Bakat menulis anak-anak kampung disebutnya luar biasa, tinggal digali dan dikembangkan. “Sebelum Nita, ada Lita Ruron yang juga berprestasi dalam menulis. Lita yang juga siswa SMPN 1 Lewolema di 2016 lolos seleksi menulis tentang sanitasi dan dinobatkan menjadi Duta Sanitasi Nasional,” ungkapnya.

Guru yang juga menjadi Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Flotim tersebut mengatakan, prestasi demi prestasi di level nasional ini bukan hal mudah untuk dicapai. Butuh ketekunan dalam proses, latihan, pendampingan yang serius dan berkelanjutan untuk mencapainya. Juga membutuhkan kemampuan mengakses informasi, dan nyali untuk mengirimkan tulisan agar bisa disertakan dalam lomba.

Nita Ruron mengaku bangga bisa terlibat pada kegiatan Festival Literasi Sekolah Nasional. Dia tidak menduga tulisannya bisa lolos seleksi dalam lomba tersebut. “Saya tidak menduga, tulisan saya bisa lolos seleksi untuk lomba kali ini, pengalaman menulis baru sebatas di tingkat sekolah dan daerah. Saya menyampaikan terima kasih kepada guru pembimbing yang tekun membimbing saya dan teman-teman,” tandasnya.

Setiap Selasa sore, guru menggelar kegiatan literasi di alam terbuka. Meski bermimpi bisa menjuarai kompetisi di level nasional, tetapi itu diakui membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih. “Turut terlibat saja saya sudah senang. Semoga saya dan guru pembimbing dapat melakukan persiapan secara baik dalam mendukung kegiatan kami di Jakarta nantinya,” kata Nita.

Bernadus Beda Keda, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Flores Timur, mengapresiasi prestasi yang diraih Nita Ruron. “SMPN 1 Lewolema dari tahun ke tahun selalu mempersembahkan prestasi di level nasional, kita mengapresiasi prestasi ini. Untuk anak Nita, kami menyampaikan profisiat dan hormat kami, prestasimu telah mengharumkan nama sekolahmu secara khusus, juga telah mengharumkan Kabupaten Flores Timur dan Provinsi NTT,” kata Beda Keda.

Lihat juga...