hut

Tahun Ajaran Baru, Konsumsi Masyarakat di Lebaran Menurun

Editor: Mahadeva

BALIKPAPAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menghimpun total distribusi uang pada momen Ramadan dan Lebaran di wilayah kerjanya. Total dana yang terhimpun mencapai Rp1,78 triliun. Jumlah itu meningkat sebesar 2,97 persen, dibandingkan dengan realisasi kebutuhan uang Ramadan 2018.

Jika dibandingkan dengan proyeksi yang disampaikan perbankan, realisasi kebutuhan uang di 2019 hanya 76 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi perilaku masyarakat yang cenderung menahan konsumsi, dalam rangka antisipasi kebutuhan tahun ajaran baru.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto – Foto Ferry Cahyanti

“Tetapi terjadi tren penarikan uang pecahan besar yaitu Rp100.000 dan Rp50.000 oleh perbankan. Mengalami peningkatan menjelang libur Lebaran, terutama untuk pemenuhan kebutuhan ATM,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, Kamis (13/6/2019).

Sementara itu, realisasi penukaran uang melalui kas keliling yang dilakukan Bank Indonesia, tercatat mengalami peningkatan sebesar 18 persen. Dari Rp5,38 miliar pada Ramadan 2018, menjadi Rp6,37 miliar di Ramadan 2019.

Peningkatan terjadi, sejalan dengan penambahan intensitas kas keliling yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan perbankan. “Kas keliling beroperasi pada setiap bazar ramadan yang digelar pemerintah daerah bersama Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Antusias masyarakat melakukan penukaran uang cukup tinggi,” tandasnya.

Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil, Bank Indonesia bersama perbankan membuka loket penukaran uang pecahan kecil di kantor perbankan yang tersebar di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Lihat juga...