Taman Literasi, Tumbuhkan Minat Baca Siswa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Jawa Barat, terus menggiatkan minat baca pelajar sekolah dasar melalui gerakan literasi. Hal tersebut untuk menumbuhkan budi pekerti siswa agar memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

“Gerakan Literasi Sekolah ini merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah baik guru, peserta didik, orang tua murid, dan masyarakat,” Kata Siti Aisah, Kasubag Perencanaan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, usai meresmikan Taman Literasi Bojong Rawalumbu IX, Kamis (20/6/2019).

Dikatakan gerakan literasi di setiap sekolah dasar menjadi agenda rutin Disdik Kota Bekasi. Ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca.

Siswa sekolah dasar Rawalumbu IX, Kota Bekasi menampilkan seni saat peresmian Taman Literasi yang memanfaatkan sudut sekolah – Foto: Muhammad Amin

Untuk Taman Literasi di Bojong Rawalumbu IX, memanfaatkan lahan kosong di sudut kanan areal sekolah ditata menjadi taman agar memberi kenyamanan peserta didik dalam membaca.

Menurutnya dalam gerakan literasi merupakan bagian dari ekosistem pendidikan sehingga membutuhkan dukungan kolaboratif dari berbagai elemen untuk mewujudkan kebiasaan membaca. Salah satunya harus ada ketegasan yang dilakukan dengan menerapkan wajib 15 menit membaca dalam sehari.

“Guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati. Taman Literasi dapat dimanfaatkan orang tua saat menunggu anaknya di sekolah,” tandasnya.

Taman Literasi Bojong Rawalumbu IX saat ini tersedia materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global. Meliputi keagamaan, fiksi yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik, baik dari segi akademik dan non akademik dalam rangka menyongsong abad 22.

Dia menegaskan bahwa literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, dan auditori. Di abad 21 ini, kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi.

Taman Literasi Bojong Rawalumbu IX, memanfaatkan sisi ruang sudut kanan areal sekolah setempat untuk dijadikan tempat sudut baca, juga kerap dipakai sebagai tempat outing kelas.

Lihat juga...