Tes Bakat Menjadi Syarat Seleksi PPDB Jalur Olahraga

Editor: Mahadeva

Sekretaris Panitia PPDB Kota Balikpapan Ganung Pratikno – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2019/2020 di Balikpapan untuk jalur Olahraga dan Inklusif, telah dilaksanakan. Pengumuman diumumkan Kamis (20/6/2019) hari ini.

Pendaftaran dilakukan pada 12 hingga 14 Juni secara offline atau di luar jaringan. Dalam proses seleksi, sertifikat yang dimiliki peserta didik harus diverifikasi, kemudian peserta juga menjalani tes minat maupun bakat.

“Hal itu dilakukan untuk memastikan sertifikat yang dimiliki atau digunakan dalam jalur seleksi olahraga sesuai minat dan bakat si calon peserta didik,” jelas Sekretaris Panitia PPDB, Ganung Pratikno, Kamis (20/6/2019).

Setelah dinyatakan diterima, pada 21 hingga 24 Juni dilakukan daftar ulang. Sedangkan untuk jalur inklusif, diperlukan pemahaman, hanya untuk anak-anak yang memiliki kriteria disabilitas rendah. Ada batasan minimal IQ, atau misalkan calon peserta didik tuna netra atau tuna grahita maka ada batasannya.

“Yang pasti tidak bisa jika terlalu tinggi tinggi tuna grahitanya, atau tuna netra yang sampai benar-benar tidak dapat melihat. Kemudian jika mereka tuna daksa dan bisa mempengaruhi aktivitas fisik, maka di luar kemampuan kami,” ulasnya.

Dari ketentuan tersebut, sudah ada tim psikolog dan tim ahli yang akan menanganinya. Tim tersebut, diklaim sangat akuntabel, kredibel, dan transparan. “Kelas inklusif ini ada di SD 008 Balikpapan Kota, SMP Negeri 5 Balikpapan, dan SMA Negeri 4 Balikpapan,” sebutnya.

Mengenai PPDB Sekolah Dasar, tidak ada jalur prestasi. Seleksi hanya dilakukan berdasarkan usia dan tempat tinggal calon murid. “Akan tetapi tetap yang diprioritaskan adalah calon murid pada zona sekolahnya paling dekat dengan tempat tinggal. Setelah zona terdekat dengan sekolah habis terseleksi, sisanya baru disaring calon murid dari zona lain,” tambahnya.

Lihat juga...