Tiket Penerbangan Domestik Mahal, Permintaan Paspor Meningkat

Editor: Mahadeva

PADANG – Kenaikan harga tiket penerbangan domestik, memicu peningkatan kunjungan masyarakat ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Sumatera Barat.

Warga membuat paspor baru ataupun memperpanjang masa berlaku paspor. Selasa (18/06/2019), di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, masyarakat memenuhi ruang tunggu untuk mengurus paspor. Informasi dari Imigrasi Kelas I TPI Padang, lonjakan kunjungan masyarakat sebulan terakhir mencapai 40 persen, bila dibandingkan hari biasa.

Plt Kepala Imigrasi Kelas I TPI Padang, Indra Sakti Suhermansyah/Foto: M. Noli Hendra

“Kebanyakan mereka yang mengurus paspor tujuannya untuk berwisata ke luar negeri, ada juga karena pesawatnya transit. Kurang lebih udah sebulanan ini lonjakan pembuatan baru dan perpanjang masa berlaku paspor,” ujar Plt Kepala Imigrasi Kelas I TPI Padang, Indra Sakti Suhermansyah, Selasa (18/6/2019).

Sejak peningkatan kunjungan masyarakat, Imigrasi juga meningkatkan pelayanan, termasuk menaikan kuota pembuatan paspor. “Kita tidak bisa melarang masyarakat yang hendak mengurus paspor. Kita menaikan kuota menjadi 120 orang per-hari. Itu diluar dari pemohon difabel, lansia dan balita dibawah lima tahun. Naik dari kuota hari biasa yang hanya 80 orang per-hari,” tambahnya.

Dari pelayanan yang diberikan, jika digabung secara keseluruhan, dalam sehari bisa menerbitkan paspor untuk 140 hingga 160 orang. Untuk kuota, diambil dari antrian pelayanan online. Sedangkan untuk pelayanan manual, hanya dikhususkan untuk pemohon difabel, lansia dan balita dibawah lima tahun.

Untuk peningkatan pelayanan, SDM yang dimiliki diklaimnya tidak merasa kewalahan. Kendala yang muncul dan menghambat hanya persoalan jaringan internet. Tetapi, hal itu dapat disiasati dengan melaporkan ke Kantor Imigrasi Pusat. “Kita ingin pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Maka, pelayanan yang selalu diutamakan,” ulasnya.

Untuk pengurusan paspor disebutnya, tidak membutuhkan waktu lama. Masyarakat yang mengajukan permohonan pembuatan paspor secara online, kemudian menyerahkan kelengkapan syarat, berfoto dan membayar di mobil pos yang disediakan di halaman kantor. Tiga hari kemudian sudah diambil.

Bobi Febrianda, warga Pampangan Padang, mengatakan, dirinya membuat paspor dikarenakan kebutuhan. Dia akan berwisata ke luar negeri. “Sekarang asyiknya itu melakukan wisata ke luar negeri, biayanya lebih murah ketimbang berwisata ke berbagai daerah di dalam negeri. Kalau sekarang biaya penerbangan dalam negeri atau domestik itu mahal,” tandasnya.

Menurutnya, banyak penumpang penerbangan yang memilih transit ke Malaysia, saat melakukan perjalanan penerbangan Padang-Jakarta. Dengan melakukan transit, maka telah dapat menghemat biaya, karena penerbangan Padang-Malaysia jauh lebih murah.

“Kalau pilih penerbangan Padang – Malaysia itu paling mahal hanya Rp500 ribu. Jadi kalau memilih transit lebih murah, karena untuk penerbangan Padang-Jakarta paling murah Rp2 juta lebih dan bahkan ada yang sampai Rp7 juta. Makanya jika memiliki paspor, bisa melakukan penerbangan transit itu,” pungkasnya.

Lihat juga...