hut

Trip Kapal Menurun, Jumlah Penumpang di Bakauheni Justru Meningkat

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Selama masa angkutan lebaran 2019, terjadi tren penurunan jumlah perjalanan (trip) kapal di Pelabuhan Bakauheni.

Sugeng Purwono, Manager Operasional PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni sekaligus kepala posko angkutan lebaran 2019 pelabuhan Bakauheni Lampung – Foto Henk Widi

Kendati demikian, jumlah penumpang yang menyeberang menggunakan kapal dan kendaraan mengalami peningkatan. Sugeng Purwono, Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebut, meski trip kapal turun, produksi angkutan melonjak.

Data sepanjang 16 hari masa angkutan lebaran 2018, jumlah trip kapal ada 2.095 trip. Tahun ini, jumlah trip kapal mencapai 1.739 trip. Pelayanan trip kapal memanfaatkan enam dermaga yang ada di pelabuhan tersebut.

Selama angkutan lebaran, PT ASDP mengoperasikan 32 hingga 33 kapal roll on roll off (Roro). Pengoperasian kapal ukuran besar dan sedang, menjadi solusi mengurai kepadatan penumpang. Selain itu percepatan waktu bongkar muat (port time) dan waktu berlayar (sailing time) menjadi kunci lancarnya pelayanan.

“Pelayanan pelayaran dengan kapal kapal besar mengurai kemacetan akibat lancarnya jalan tol Sumatera dan jalan lintas sumatera, meski ada antrian namun tetap terangkut sesuai jadwal yang ditentukan,” terang Sugeng Purwono kepada Cendana News, Jumat (14/6/2019).

Penurunan trip kapal di lintasan Bakauheni-Merak berbanding terbalik dengan jumlah penumpang dan kendaraan yang diangkut. Tahun lalu, jumlah penumpang menyeberang dari Bakauheni tercatat sebanyak 1.116.892 orang. Tahun ini jumlah penumpang mencapai 1.223.384 orang atau baik 106.492 orang.

Kenaikan produksi angkutan kapal juga terjadi pada kendaraan roda dua. Tahun lalu kendaraan roda dua yang berjumlah 79.528 unit, tahun ini sebanyak 84.317 unit. “Bagi masyarakat, roda dua dianggap lebih efesien dan murah untuk digunakan saat pulang kampung memicu tingginya pengguna roda dua,” beber Sugeng.

Lonjakan juga terjadi untuk kendaraan roda empat. Tahun lalu kendaraan roda empat hanya 123.579 unit, tahun ini yang menyeberang mencapai 140.500 unit. Beroperasinya jalan tol trans Sumatera dan trans Jawa, memicu pemudik memilih memakai kendaraan pribadi.

Penurunan trip dan peningkatan produksi diakui oleh Warsa, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (DPC Gapasdap) Bakauheni. Warsa menyebut, tren penurunan trip terjadi akibat pola bongkar muat yang dipercepat.

Selain itu, jumlah kapal yang tersedia sudah bisa melayani pengguna jasa sehingga kapal tidak ditambah. Dari segi hitungan bisnis, penurunan trip disebutnya, berimbas pada penurunan omzet operator kapal.

Lebih dari 16 operator kapal di bawah naungan Gapasdap dilaporkan terdampak penurunan trip. Meski belum menyebut angka pasti, selisih sebanyak 356 trip akan mempengaruhi pendapatan operator kapal. “Bagi operator, setiap angkutan lebaran profit memang dikesampingkan karena lebih mengutamakan pelayanan,” ungkap Warsa.

Meski cukup lancar, Warsa memastikan, omzet yang diperoleh akan menurun. Selama pelayanan jasa pelayaran, operator kapal mendapatkam omzet dari kendaraan golongan VIII dan IX. Sementara kendaraan jenis tersebut, terutama truk berhenti menyeberang.

Meski mengalami penurunan omzet saat angleb, usai lebaran kendaraan golongan VIII hingga IX menyeberang mulai meningkat diprediksi ikut menaikkan omzet operator kapal.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!