hut

UMP Luncurkan Prodi Manajemen Informasi Kesehatan Terapan

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengantongi izin pembukaan program studi Manajemen Informasi Kesehatan Terapan. Program Sarjana Terapan tersebut, menjadi satu-satunya program yang dimiliki perguruan tinggi di Jateng.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. DYP Sugiharto, mengatakan, pemerintah memfasilitasi pembukaan Program Studi (Prodi) baru, dengan mekanisme yang lebih jelas dan cepat.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. DYP Sugiharto. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

“UMP menangkap kebijakan pemerintah tentang pembukaan prodi baru, dengan turunnya SK Menteri Ristekdikti nomor 399/KPT/1/2019, tentang izin pembukaan Prodi Manajemen Informasi Kesehatan Terapan, maka UMP menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Jawa Tengah yang memiliki prodi tersebut,” kata DYP Sugiharto, usai penyerahan SK di Ruang Sidang Lantai 2 UMP, Senin (24/6/2019).

Persyaratan pembukaan prodi adalah, komponen dosen dan non dosen. Sementara pengajuan izin dilakukan secara online. Untuk jumlah dosen prodi baru, minimal lima orang, dengan kepemilikan ilmu yang relevan dengan prodi yang dibuka.

Selain itu, ada penilaian komponen non dosen, meliputi sarana dan prasarana serta prospek prodi. “Prodi yang disarankan adalah prodi-prodi yang diperlukan dunia kerja, seperti prodi yang diajukan UMP, karena sekarang  arahnya era revolusi industri 4.0. Dan Prodi Manajemen Informasi Kesehatan Terapan UMP ini arahnya ke peningkatan teknologi digital untuk kesehatan,” terangnya.

Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho, menyebut, dengan turunnya SK prodi baru, UMP langsung membuka penerimaan mahasiswa baru untuk prodi tersebut. Angkatan pertama, ditargetkan ada 30 hingga 40 mahasiswa baru atau satu kelas.

Menurut Rektor, pembukaan prodi tersebut mendasarkan pada kebutuhan pasar. Kebutuhan tenaga kesehatan besar, tetapi prodi yang tersedia sangat minim. “Setelah ini, kita tinggal fokus untuk meningkatkan kualitas SDM dari tenaga pendidik, kemudian meningkatkan kinerja akademik dan lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...