hut

Usai Lebaran, ASN Diminta Tingkatkan Etos Kerja

Editor: Koko Triarko

MALANG – Wali Kota Malang, Sutiaji, meminta agar momentum Lebaran 2019 bisa menjadi titik balik bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk meningkatkan etos kerjanya dalam melayani masyarakat.

“Satu bulan penuh umat Islam telah melaksankan puasa yang bermakna menahan. Jadi, puasa secara fisik menahan untuk tidak makan dan minum. Sedangkan secara psikis, kita dituntut untuk dapat menahan emosi atau nafsu amarah yang dapat mendorong manusia pada sesuatu perbuatan yang tidak dibenarkan dalam agama,” ujarnya, usai melaksanakan halalbihalal bersama Forkopimda di Balai Kota Malang, Senin (10/6/2019).

Sutiaji berharap, agar momentum puasa akan bisa tetap membekas pada diri ASN untuk menahan nafsu amarah dan menghilangkan sifat kedengkian maupun kebencian.

Karena, menurutnya, saat ini yang perlu ditebar adalah kebaikan, berupa pikiran positif kepada masyarakat maupun kepada kejadian-kejadian yang telah terjadi.

“Dengan begitu, harapannya ke depan yang diambil adalah bisa merajut sebuah kebersamaan antarelemen masyarakat. Karena tidak mungkin akan tercapai kebersamaan, jika tidak ada positif thingking,” ucapnya.

Selain itu, Sutiaji berharap setelah menikmati libur panjang Lebaran, etos kerja ASN bisa meningkat, seiring kesadaran mereka, bahwa apa yang mereka kerjakan, kelak akan diminta pertanggungjawabannya oleh Tuhan.

“Program-program sebaik apa pun, tidak akan bisa berjalan dengan baik, manakala tidak ada kebersamaan. Karena, tidak ada kekuatan tanpa kebersamaan,” tuturnya.

Dengan kebersamaan, katanya, kita akan menjadi kuat dalam menjalankan tugas-tugas yang di amanahkan masyarakat.

Sementara itu, Sutiaji mengaku tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada ASN yang kedapatan membolos saat hari pertama masuk kerja seusai libur dan cuti bersama Idulfitri.

“Kami tetap akan melakukan sidak. Nanti jika kedapatan ASN yang membolos, akan kami berikan sanksi berdasarkan PP 53 tahun 2010. Di dalamnya sudah mengatur seluruh indisipliner yang berimplikasi ke sanksi yang bentuknya sesuai dengan tingkat kesalahannya,” tegasnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) tersebut, seorang ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan jelas akan dikenai sanksi. Namun jika berkaca dari pengalaman tahun lalu, jumlah ASN yang tidak masuk kerja usai libur dan cuti bersama Lebaran, cukup kecil.

“Tahun lalu jumlah ASN yang membolos di hari pertama hanya sedikit. Semoga tahun ini tidak ada yang membolos lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!