hut

Usai Lebaran, Bantaran Kali Cakung Jatiasih Dipenuhi Sampah Liar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Tumpukan sampah liar, kembali memenuhi bantaran Kali Cakung, di Jalan Bagol, perbatasan antara Kecamatan Pondok Melati dan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sampah liar tersebut kembali menumpuk dan memenuhi bantaran Kali Cakung, setelah lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah.

“Sampah liar di bantaran kali cakung jalan Bagol Kecamatan Jatiasih tersebut sudah belasan tahun belum ada tindakan konkrit dari pemerintah setempat. Ini adalah pembiaran berkepanjangan,”ungkap Maman Warman, Sekjen Lembaga Perlindungan, Pelestarian Lingkungan Hidup (LPPLH) RI, kepada Cendana News, Sabtu (15/6/2019).

Maman Warman, Sekjen Lembaga Perlindungan, Pelestarian Lingkungan Hidup (LPPLH) RI – Foto: Muhammad Amin

Dia mengaku miris  atas kondisi dan minimnya kesadaran oknum warga yang membuang sampah sembarangan. Menurutnya, sampah itu dibuang saat sekitaran kali Cakung sepi oleh oknum masyarakat pengendara yang melintas, tapi Maman tidak ingin menduga-duga warga mana yang membuang sampah.

Atas kondisi tersebut Maman mendesak pemerintah setempat atau juga perusahaan melakukan pemagaran di lokasi TPS liar itu agar oknum tak bisa membuang sampah liar dan berdampak bagi lingkungan sekitar .

“Minimal pemerintah bergerak atau berkoordinasi dengan menginstruksikan pemilik tanah agar dapat membenahi lokasi. Banyak pengendara yang melintas membuang begitu saja sampah di lokasi tersebut, karena jalan umum,” terangnya sembari mengatakan jika dibiarkan sampah akan masuk ke Kali Cakung.

Dia berharap pemerintah jangan menunggu aduan persoalan terlebih dahulu baru bergerak, karena penanganan terkait sampah harus lebih serius menanggapinya.

Jangan bergerak sekali, setelah itu dibiarkan tanpa pengawasan. Harus serius, terpadu dan berkesinambungan untuk menciptakan lingkungan Kota Bekasi bersih dan mendapatkan Adipura.

Ia mengatakan selama ini, relawan PEN-TRI bersama anak Pramuka secara rutin melakukan konservasi di lingkungan bantaran Kali Cakung dan pembersihan maupun penanaman pohon. Tetapi oknum tertentu tetap saja banyak membuang sampah sembarangan. Karena lebaran Idul Fitri lokasi tersebut memang sepi.

Diketahui lokasi yang menjadi tumpukan sampah liar tersebut berada di area lahan milik PT PMU, tempat oknum masyarakat membuang sampah liar.

Melihat minimnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, Maman Warman pesimis Kota Bekasi mendapatkan Piala Adipura tahun 2019.

Harusnya, tegas dia, UPTD Lingkungan Hidup ataupun seluruh stakeholder dapat mendukung program Kota Bekasi yang terus mendengungkan kebersihan lingkungan.

“Kami tunggu gebrakan Kepala Dinas LH yang baru, yang memiliki program Kota Bekasi untuk mendapatkan Piagam Adipura. Pak Yayan selaku kepala Dinas LH harus turun melihat langsung kondisi di lapangan,” tegasnya.

Lihat juga...