Usai Lebaran Purbalingga Genjot Pembangunan

Editor: Mahadeva

PURBALINGGA – Usai libur panjang Lebaran, Pemkab Purbalingga berupaya untuk menggenjot kegiatan pembangunan. Sebanyak 15 paket pembangunan, saat ini telah selesai proses lelang, dan langsung mendapatkan penandatanganan kontrak perjanjian pembangunan.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga, Agus Winarno. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga, Agus Winarno, mengatakan, memasuki Juni 2019, greget pembangunan di Kabupaten Purbalingga belum terlalu banyak. Sehingga, pihaknya berupaya untuk mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan. Harapannya, bisa mendorong penyerapan anggaran 2019.

“Sudah menjadi komitmen bersama antara eksekutif dengan legislatif, untuk percepatan penyerapan anggaran 2019 melalui penerapan secara konsekuen prinsip pengadaan barang dan jasa yang menjamin kemitraan sejajar antara pemerintah, penyedia jasa dan masyarakat,” terangnya usai rapat penandatanganan kontrak perjanjian pekerjaan konstruksi di Gedung Ghara Adiguna, Rabu (12/6/2019).

Sementara itu, dari 15 paket penyediaan barang dan jasa yang telah selesai lelang, dan dua dari pekerjaan tersebut dilakukan penandatanganan kontrak perjanjian. Dua paket pekerjaan tersebut adalah, pembangunan gedung Islamic Centre dengan nilai kontrak Rp8,465 miliar. Kemudian pembangunan Puskesmas Kejobong senilai Rp3,799 miliar.

Dan paket tender lain yang segera menyusul mendapatkan penandatanganan kontrak adalah, pengadaan aspal drum, pembangunan GOR tertutup, penyediaan jasa asuransi 182 unit kendaraan dinas, pengawasan pembangunan IBS RSUD Goeteng Taroenadibrata, belanja pakaian seragam bela negara, pengadaan sarana ibadah untuk ulama dan tokoh agama, pengadaan marka jalan, belanja modal peralatan dan mesin, alat ukur, belanja cetak blanko KK, pembangunan penataan lingkungan puskesmas kutasari, stimulant jamban keluarga, dan pembangunan ruang TBMDR sekaligus penataan lingkungan puskesmas Bojong.

“Untuk tahun anggaran 2019 ini, ada 107 paket pengadaan barang dan jasa yang masuk di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Setda. Dengan perincian, 15 paket yang sudah selesai proses, 58 paket sedang proses tender, 13 paket persiapan tender, 21 identifikasi tender yang belum diajukan ke BLP dan 21 paket masih di OPD,” jelas Agus.

Terkait rapat penandatanganan kontrak perjanjian pekerjaan konstruksi, dilakukan untuk memastikan prosedur pembangunan dan pelaksanan program berjalan tepat waktu. Kegiatan tersebut, juga untuk mewujudkan persamaan persepsi dan kesepahaman dalam perencanaan serta pengawasan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, berpesan, rekanan yang akan menjalankan proses pengadaan bisa memanfaatkan waktu dengan maksimal. Sehingga penyelesaian bisa bejalan tepat waktu. “Kami harap kegiatan fisik tidak hanya sekedar untuk penyerapan anggaran, tetapi menghasilkan kegiatan yang berkualitas, tepat spesifikasi dan tepat waktu,” pungkasnya.

Lihat juga...