hut

Usai Libur Lebaran, Kelurahan di Denpasar Mulai Sidak Pendatang

Editor: Mahadeva

DENPASAR –Kelurahan Sesetan bersama Linmas dan Kepala Lingkungan, menggelar inspeksi mendadak (sidak) penduduk pendatang di Lingkungan Banjar Kaja Sesetan dan Pembuangan, Rabu (12/6/2019). 

Sidak digelar, untuk menciptakan ketertiban, keamanan serta memetakan jumlah penduduk, pasca-Idul Fitri 1440 H. Lurah Sesetan, Ketut Sri Karyawati, mengatakan, sidak dilakukan karena Kota Denpasar merupakan wilayah yang menjadi pilihan bagi pendatang untuk liburan, mengais rejeki maupun mengenyam pendidikan. ‘’Sidak ini akan terus berlanjut selama seminggu penuh ke-14 lingkungan yang ada di Kelurahan Sesetan,’’ ungkap Lurah Sesetan, Ketut Sri Karyawati, Rabu, (12/6/2019).

Sidak menyasar rumah penduduk dan rumah kos. Kegiatannya bergasil menjaring 17 orang pendatang yang tidak memiliki identitas dan pekerjaan. Sementara 10 orang lainnya, yang memiliki KTP terjaring karena tidak memiliki pekerjaan serta tidak ada penjamin.

Sebagai bentuk tindakan tegas, ke-27 orang yang terjaring diserahkan langsung ke Satpol PP Kota Denpasar. Sidak tersebut disambut baik oleh penduduk, karena dibutuhkan untuk menjaga Kelurahan Sesetan menjadi lingkungan yang aman dan kondusif.

‘’Dimana ada gula disana pasti ada semut, sehingga jika penduduk pendatang tidak diarahkan takutnya akan menjadi penduduk liar nantinya. Selain itu kami menggandeng Satpol PP dan melibatkan seluruh aparat Desa atau Kelurahan serta aparat lainnya, untuk melakukan sidak ini dimana muaranya adalah untuk tertib administrasi kependudukan,’’ kata Sri Karyawati.

Dengan sidak tersebut, Sri Karyawati berharap, penduduk yang datang ke wilayah Kelurahan Sesetan, agar mengetahui aturan, 1 X 24 jam, harus melapor ke lingkungan setempat atau kelurahan. Dengan cara itu, kelurahan bisa memantau penduduk dan tujuannya kedatangannya.

“Kami juga berharap agar seluruh masyarakat di Kelurahan Sesetan khususnya yang memiliki kos-kosan agar melaporkan warganya yang kos di Kaling setempat maupun Kelurahan, sehingga akan tercatat keberadaannya dan tercipta lingkungan yang aman dan kondusif,” tandasnya.

Lurah Sumerta, I Wayan Eka Apriana, mengatakan, sidak yang dilakukan menyasar lingkungan Br. Buaji Sari dan Br Tanjung Bungkak. Di lingkungan Br. Buaji Sari, terjaring 34 orang tanpa identitas. Sementara di lingkungan Br. Tanjung Bungkak terjaring dua orang tanda identitas.

‘’Kami berharap dengan diadakan sidak seperti ini nantinya siapapun yang datang harus membekali diri dengan kartu identitas sehingga akan tercipta suasana yang aman dan kondusif,’’ terangnya.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Anom Sayoga.-Foto: Sultan Anshori

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Anom Sayoga, mengatakan, sidak menggandeng Dinas Sosial Provinsi Bali. Penduduk pendatang yang terjaring di Kelurahan Sesetan dan Sumerta, telah dipulangkan ke daerah asalnya.

Tindakan tegas tersebut harus dilakukan, karena pihaknya tidak menginginkan adanya masyarakat yang tidak jelas identitasnya di Kota Denpasar. Tindakan tersebut juga untuk menciptakan Kota Denpasar yang aman dan nyaman serta kondusif. ‘’Proses pemulangan sebagian dilakukan Dinas Sosial Provinsi Bali dan sebagian dilakukan Satpol PP Kota Denpasar melalui Pelabuhan Gilimanuk,’’ pungkas Sayoga.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!