hut

‘Vibrant Jakarta’ Tampilkan Berbagai Sisi Ibu Kota

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Edy Junaedi menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap meluncurkan penayangan video berjudul Vibrant Jakarta saat HUT ke-492 kota Jakarta pada 22 Juni ini.

Menurutnya, video Vibrant Jakarta ini merupakan video resmi untuk mempromosikan Jakarta baik dari sisi wisata, budaya, infrastruktur, kuliner, dan potensi-potensi lainnya.

“Apa-apa saja potensi-potensinya nanti dalam video ini seluruhnya lengkap. Jadi menampilkan sebuah wajah baru Jakarta bukan hanya dari sisi infrastrukturnya, tapi juga kehangatan warganya,” tutur Edy di Ruang Strategic Communication Center, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

Kemudian Pemprov bakal mempromosikan Ibu Kota melalui video promosi wisata yang berjudul Vibrant Jakarata. Video yang berdurasi kurang lebih 2 menit ini menampilkan berbagai sisi dari Jakarta.

Judul Vibrant Jakarta dipilih karena ingin menggambarkan Jakarta sebagai kota metropolitan yang tetap menjada harmonisasi antar budaya Indonesia yang menyatu di Ibu Kota.

“Video Vibrant Jakarta adalah video pariwisata internasional yang menampilkan berbagai sisi Jakarta,” ungkapnya.

Edy berharap dengan video ini dapat semakin meningkatkan lagi promosi wisata DKI Jakarta dan jumlah kunjungan wisata ke Jakarta.

“Tahun 2018 Jakarta dikunjungi 2,2 juta wisatawan mancanegara, tahun ini targetnya 2,9 juta. Harapannya di akhir tahun 2022 bisa mencapai angka 5 juta kunjungan wisatawan mancanegara,” terangnya.

Rencananya, video tersebut akan diputar diberbagai kegiatan di luar negeri. Mulai dari Singapura, Inggris, Norwegia, Jepang dan negara lainnya.

“Akhir tahun 2022 Pak Gubernur menginginkan jumlah wisman ke Jakarta dapat menyentuh angka 5 juta orang,” ucapnya.

Selain itu sebagi strategi promosi wisata Jakarta, Pemprov bekerja sama dengan maskapai penerbangan. Selain itu, film tersebut akan dicoba untuk tayang di negara lain.

“Kita akan kerja sama dengan maskapai Garuda dan luar. Kita akan pasang iklan di Singapura dan lain-lain. Akan dianggarkan,” kata Edy.

Sementara, Sutradara Hollywood asal Indonesia, Livi Zheng menuturkan dalam mempersiapan pembuatan film tersebut memakan waktu 2,5 bulan. Meski dia tinggal Los Angeles (LA), namun dia bisa berdiskusi dengan pihak Pemprov DKI untuk menentukan lokasi-lokasi pariwisata yang di shooting untuk video tersebut.

Proses pengambilan gambar Vibrant Jakarta sendiri memakan waktu tiga minggu dengan konsep yang dirembukkan bersama dengan Livi dan tim, Disparbud, dan Diskominfotik DKI Jakarta.

“Untuk pembuatan filmnya memakan waktu tiga minggu. Nanti rencananya, video ini akan ditayangkan di event-event promosi budaya seperti di London bulan depan, Berlin, Norwegia, Tokyo dan Dubai,” kata Livi Zheng.

Beberapa lokasi syuting Vibrant Jakarta yakni, JPO Sudirman, Terowongan Kendal, Halte Transjakarta, Bundaran HI dan pelican crossingnya, Jakarta International Velodrome, Jakarta International Equestrian Park, Ancol, MRT, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, GPIB Immanuel, Pura Adhitya Jaya, Vihara Dewi Kwan Im : Jin De Yuan, Petak Sembilan, Trotoar, pedagang kaki lima, gedung Intiland, Kampung Berseri RW 1 Sunter, Taman Lapangan Banteng, Restoran Tugu Kuntskring Paleis, Restoran Nusa Gastronomy, Kota Tua.

“Banyak sekali tempat dan destinasi yang menarik dan bagus-bagus untuk syuting,” tandasnya.

Pada pembuatan video ini, secara khusus Livi Zheng mengajak timnya dari Amerika. Beberapa teknis seperti sound video dikerjakan di Amerika. Film direkam memakai kamera red dragon. Kamera ini banyak dipakai untuk shooting film kenamaan seperti The Hobbit dan Pirate of Carribean 4.

“Kita berpikir Jakarta itu macet, banyak gedung tinggi, padat banget. Tapi ternyata, Jakarta menyimpan banyak keseruan. Mulai dari makanan kaki lima, aneka budaya, museum, bahkan kemarin saya baru pengalaman naik JPO GBK yang baru. Pencahayaannya keren,” pungkasnya.

Diketahui Livi Zheng merupakan sutradara yang menggarap film ‘Bali: Beats of Paradise’. Film itu sempat bersaing dalam seleksi Best Picture Oscar 2019.

Lihat juga...