hut

Walhi: Kondisi Air Sungai Musi Semakin Terancam

PALEMBANG — Aktivis Walhi Sumatera Selatan mengajak masyarakat menjaga kualitas air Sungai Musi agar bisa terus menjadi sumber air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan mendukung berbagai aktivitas.

“Kondisi air Sungai Musi saat ini semakin terancam oleh pencemaran limbah rumah tangga dan industri di Kota Palembang serta beberapa daerah Sumsel lainnya. Kondisi ini memerlukan perhatian bersama untuk melindungi sungai tersebut,” kata Ketua Walhi Sumsel Hairul Sobri di Palembang, Rabu (19/6/2019).

Menurut dia, pencemaran Sungai Musi yang menjadi salah satu ikon dan objek wisata andalan Kota Palembang itu perlu dihentikan, karena jika dibiarkan bisa memperburuk kualitas air sungai.

Selain menjaga kualitas air bersih sungai itu, kata dia, masyarakat juga diajak untuk menjaga anak sungai yang ada di sekitar kawasan permukiman penduduk tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Dia menjelaskan anak Sungai Musi yang ada di sekitar kawasan permukiman penduduk perlu dijaga keberadaannya, karena hingga kini Kota Palembang telah kehilangan ratusan anak sungai.

Jumlah anak Sungai Musi yang tersebar di wilayah 18 kecamatan hingga saat ini tercatat 95 anak sungai, dengan kepedulian semua pihak diharapkan jumlahnya tidak terus berkurang, ujarnya.

Pemkot Palembang, kata dia, juga didorong meningkatkan pelestarian Sungai Musi, selain untuk menjaga kualitas air agar tetap baik, mencegah punahnya sejumlah jenis ikan khas kota itu, serta meningkatkan produksi ikan.

Sungai Musi yang membelah Kota Palembang menjadi dua bagian, yakni Seberang Ilir dan Seberang Ulu itu, menurut dia, perlu dijaga kelestariannya, sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal oleh warga setempat serta mendongkrak produksi ikan.

Untuk menjalankan program pelestarian sungai kebanggaan warga kota itu, selain melibatkan jajaran Pemkot Palembang, pihaknya juga mengharapkan partisipasi dari semua masyarakat yang berada di daerah aliran sungai, kata Sobri. [Ant]

Lihat juga...