hut

Warga Kedungkandang tak Lagi Buang Air Besar di Sungai

Editor: Koko Triarko

MALANG –  Bagi sebagian masyarakat yang tidak mampu, jamban masih dianggap sebagai sesuatu yang tidak harus dimiliki di setiap rumah, khususnya bagi mereka yang lokasi rumahnya dekat dengan sungai. Akibatnya, perilaku buang air besar (BAB) di sungai hingga saat ini masih kerap terjadi di kota Malang. Padahal, berbagai penyakit berpotensi ditularkan akibat dari kebiasaan masyarakat BAB di sungai.

Kondisi itulah yang mendasari Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), melalui program Desa Mandiri Lestari (DML) Kedungkandang, memberikan bantuan berupa dana stimulan bagi warga tidak mampu di tujuh RW yang ada di Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang, agar mau membuat jamban di rumahnya masing-masing.

Sebanyak 10 rumah warga di RW 9 yang mendapatkan bantuan jamban dari Damandiri, salah satunya adalah rumah Mudjiono.

Siti Aminah, anak dari Mudjiono mengaku, bahwa masalah ekonomi menjadi salah satu alasan orang tuanya belum mampu membuat jamban.

“Kami belum ada biaya, jadi belum mampu untuk membuat jamban sendiri di rumah,” akunya.

Disampaikan Siti, sebelum mendapatkan bantuan jamban dari Damandiri, ia dan orang tua jika ingin BAB biasanya langsung datang ke sungai atau ke toilet umum di pasar, karena memang belum memiliki jamban.

Namun kondisi tersebut saat ini sudah berubah, setelah orang tuanya mendapatkan bantuan jamban dari Damandiri. Mereka yang dulu kerap BAB di sungai sekarang sudah beralih ke jamban.

“Setelah bertahun-tahun tidak memiliki jamban, akhirnya sekarang kami sudah punya jamban sendiri, sehingga tidak perlu lagi jauh-jauh ke sungai jika ingin BAB,” ujarnya.

Sementara itu Manajer Umum Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri, Dian Novianti Widiasari, menyampaikan, bahwa selama ini Yayasan Damandiri selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dengan mencegah perilaku BAB di sungai, melalui program bantuan pembuatan jamban bagi warga tidak mampu.

“Dari kuota 57 rumah warga di tujuh RW yang direncanakan mendapatkan bantuan jamban, 46 rumah sudah terealisasi. Sedangkan sisanya akan segera diselesaikan,” ucapnya.

Menurutnya, dalam program bantuan tersebut, masing-masing rumah mendapatkan bantuan dana sebesar Rp500 ribu untuk membuat jamban. Bantuan dana tersebut hanya sebagai stimulan, agar warga mau membuat jamban.

“Jadi, warga bisa menambahkan uangnya sendiri untuk membuat jamban yang lebih sehat dan nyaman,” pungkasnya.

Lihat juga...