hut

Warga Pesisir Selat Sunda Dikenalkan Simulasi Bencana

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Warga yang tinggal di pesisir Selat Sunda di Lampung Selatan, dikenalkan dengan simulasi bencana, Rabu (19/6/2019).Kali ini, simulasi dilakukan Yayasan Wahana Visi Indonesia dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung Selatan.

Hasran Hadi, Sekretaris Tagana Lamsel menyebut, simulasi digelar di Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa. Daerah tersebut, menjadi salah satu desa yang diterjang tsunami 22 Desember 2018 silam.

“Lokasi yang dipilih merupakan desa terdampak tsunami beberapa bulan lalu, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan di wilayah rawan bencana,” terang Hasran Hadi kepada Cendana News, Rabu (19/6/2019).

Kawasan pesisir Selat Sunda, yang berhadapan dengan Gunung Krakatau menjadi kawasan rawan bencana. Berhadapan dengan gunung api aktif, risiko bencana yang dihadapi adalah, letusan gunung berapi, cuaca tidak bersahabat, angin kencang, gelombang tinggi dan tsunami, yang bisa terjadi sewaktu waktu.

Hasran Hadi, Sekretaris Tagana Lamsel mendampingi anak anak melakukan lomba mewarnai (Foto: Ist/Henk Widi)

Di Desa Way Muli Induk, juga di bentuk tim inti penanggulangan bencana. Keberadaanya, sebagai langkah menciptakan Kampung Siaga Bencana (KSB). “Ada bencana alam yang bisa dilihat siklusnya seperti banjir, kemarau, tapi kalau tsunami dan gempa bumi kesiapsiagaan jadi kunci meminimalisir jatuhnya korban,” tandas Hasran Hadi.

Pembentukan tim inti penanggulangan bencana, menjadi bagian dari pengurangan risiko bencana. Kegiatan lain untuk mengurangi risiko  tsunami dilakukan dengan menanam pohon pencegah gelombang tinggi dan tsunami.

Dalam simulasi yang dilakukan, warga dikenalkan upaya penyelamatan, saat terjadi bencana alam diantaranya gempa bumi dengan berlindung pada tempat yang aman. Masyarakaat dikenalkan metode berlindung, hingga proses evakuasi, sekaligus membantu korban bencana.

Upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB), sebelumnya juga dilakukan Tagana Lampung Selatan, dengan kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS). Kegiatan dilakukan di sekolah yang berada dekat kawasan rawan bencana alam.

Lihat juga...