Waspada Inflasi di Momen Libur Sekolah

Editor: Mahadeva

Kepala KPBI Balikpapan, Bimo Epyanto – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Momentum libur tahun ajaran baru, diperkirakan akan memicu terjadinya inflasi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam laporan yang dikeluarkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Balikpapan, Rabu (12/6/2019), sumber kenaikan inflasi kali ini adalah tiket pesawat terbang dan kenaikan biaya sekolah. Namun demikian, masih ada faktor lain yang dimungkinkan akan mempengaruhi inflasi.

“Seperti curah hujan yang berpotensi menggangu distribusi bahan pangan, serta mulai datangnya pancaroba yang berdampak pada daerah sentra produksi pertanian,” analisa Kepala KPBI Balikpapan, Bimo Epyanto.

Kebutuhan pokok di Balikpapan maupun sebagian besar daerah di Kalimantan Timur, dipasok dari Sulawesi dan Jawa Timur. Jadi, ketika ada persoalan produksi pangan, Balikpapan merasakan dampak secara langsung. Belum lagi jika cuaca buruk yang dapat menganggu distribusi.

KPBI kaltim, telah melakukan upaya pengendalian inflasi dengan memitigasi tekanan risiko inflasi. “Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) Kota Balikpapan telah mengambil beberapa upaya pengendalian harga. Seperti yang dilakukan saat menghadapi kenaikan harga pada bulan Ramadan dan Idul Fitri,” jelasnya.

Upaya yang dilakukan antara lain pemantauan komoditas melalui sistem Pusat Informasi Harga Pangan Strategis dan sidak pasar. TPID bekerjasama dengan distributor, untuk menjaga kewajaran harga melalui penandatangan pakta integritas.

Kemudian melaksanakan operasi pasar beras dalam rangka stabilisasi harga oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), bersama Kementrian Perdagangan menggelar operasi pasar bawang putih, serta sinergi dengan MUI melalui Ulama Peduli Inflasi.

Menurut Bimo, KPBI Balikpapan akan konsisten menjaga stabilitas harga, dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. “Tujuannya memastikan inflasi tetap rendah dan stabil dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 ± 1% pada 2019,” tandasnya.

Sebagai gambaran, di Mei 2019 inflasi Kota Balikpapan tercatat sebesar 0,75 persen (mtm). Kondisinya, meningkat dibandingkan April 2019 yang hanya sebesar 0,25 persen. Namun demikian, Inflasi Mei 2019 tercatat lebih rendah, dibandingkan dengan rata-rata inflasi Ramadan selama tiga tahun terakhir, yang mencapai sebesar 1,16 persen (mtm).

Inflasi yang terjadi pada periode ini disebabkan oleh peningkatan permintaan yang bersifat seasonal hari besar keagamaan yaitu Ramadan dan menjelang Idulfitri 1440 H. Secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 3,34 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,32 persen (yoy) dan Provinsi Kalimantan Timur sebesar 3,04 persen (yoy).

Lihat juga...