hut

11 CJH Kota Malang Terkendala VISA

Editor: Koko Triarko

MALANG – Sebanyak 1.243 Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Malang, dipastikan berangkat pada musim haji 2019 yang tergabung ke dalam 3 kloter, yakni kloter 15, 16 dan 17.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag., menjelaskan, dari 1.243 calon jemaah haji, sebanyak 1.232 orang diberangkatkan hari ini secara langsung oleh Wali Kota Malang. Rinciannya, kloter 15 berjumlah 443, kloter 16 berjumlah 444 dan kloter 17 berjumlah 344 orang.

“Ada 11 orang calon jemaah haji yang masih tertunda keberangkatannya akibat VISA yang belum turun. Tetapi kita pastikan, 11 orang tersebut akan berangkat pada kloter selanjutnya,” ujarnya, usai memberangkatkan calon jemaah haji kota Malang di lapangan Rampal, Kamis (11/7/2019).

Lebih lanjut disampaikan Muhtar, jumlah CJH laki-laki sebanyak 547 orang, sedangkan perempuan 696 orang.

Wali Kota Malang, Sutiaji (tengah) bersama wakil walikota dan kepala Kementerian Agama Kota Malang, usai memberangkatkan jemaah haji di lapangan Rampal, Malang, Kamis (11/7/2019) –Foto: Agus Nurchaliq

“Tercatat CJH tertua kota Malang atas nama Haki, dengan usia 92 tahun, warga jalan Jodipan Wetan 1/15 Kota Malang. Sedangkan CJH termuda atas nama Miftahul, dengan usia 19 tahun, warga jalan Ikan Hiu 4,” ungkapnya.

Disampaikan Muhtar, terkait kesehatan jemaah selama di tanah suci, pihaknya sudah menyiagakan lima petugas di setiap kloter, yakni satu orang dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), satu orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dua orang paramedis dan satu orang dokter.

“Dalam pembinaan manasik haji juga sudah kami informasikan kepada jemaah, bagaimana menghadapi cuaca selama berada di tanah suci, agar tetap sehat sehingga bisa melaksakan ibadah dengan tenang,” ucapnya.

Sementara untuk pemulangan jemaah haji kota Malang, dijadwalkan pada tanggal 22 Agustus 2019.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, bahwa nantinya para jemaah akan melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah yang sangat padat, sehingga dibutuhkan manajemen waktu dan kesehatan yang baik.

“Untuk berangkat haji, antrenya itu puluhan tahun, jadi kalau sudah sampai di sana, ya harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk ibadah. Jadi harus bisa menjaga kesehatan dan manajemen waktu,” ujarnya.

Ketika semua ibadah sudah dijalankan dengan maksimal, lanjutnya, mudah-mudahan bisa menjadi haji yang mabrur dan membawa virus kebaikan bagi masyarakat di sekelilingnya.

“Jadi, ada perubahan sikap yang positif ketika mereka pulang. Yang awalnya pemarah, menjadi penyabar. Yang awalnya rakus, sekarang tidak. Yang sombong, menjadi rendah hati. Bukan justru sebaliknya,” ucapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!