hut

12 RS di NTT Turun Kelas, TC Hiilers Maumere Tetap Tipe C

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Kementerian Kesehatan RI dalam keputusannya Nomor HK.01.07/MENKES/373/2019 tentang Pedoman Reviu Kelas Rumah Sakit menetapkan, 12 rumah sakit di provinsi NTT mengalami penurunan kelas.

Direktur RS TC Hillers Maumere, dr.Clara Y.Francis,MPH. Foto : Ebed de Rosary

“Memang benar, di NTT ada 12 yang mengalami penurunan kelas. Rumah sakit TC Hillers Maumere tidak termasuk dan tetap di tipe C,” sebut dr. Clara Y. Francis, direktur RS TC Hillers Maumere, Jumat (19/7/2019).

Disebutkan, menghindari dari turun kelas , pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan, mengingat RS TC Hillers jadi rujukan di pulau Flores dan Lembata.

“Tentunya kita akan terus berupaya dan melakukan berbagai pembenahan agar bisa menjadi tipe B. Tentu ini butuh komitmen dan kerjasama berbagai pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, SH mengatakan, penurunan kelas 12 rumah sakit di NTT akan berdampak kepada pelayanan kesehatan.

“Dampak penurunan kelas tentu rumah sakit rujukan bagi pasien dari daerah semakin berkurang. Hal ini tentunya juga berdampak membludaknya pasien di rumah sakit rujukan kelas B di kota Kupang,” ungkapnya.

Tipe B di NTT tinggal RS Siloam saja, kata Darius, karena RS Umum Prof. WZ Johanes Kupang turun kelas ke tipe C. Sementara dengan adanya mekanisme rujukan berjenjang yang diterapkan BPJS Kesehatan akan membuat pasien membludak di rumah sakit yang kelasnya lebih tinggi.

“Bagi RSU Umum Prof Dr WZ Johannes Kupang milik pemprov NTT, bila selama 28 hari ke depan tidak mengajukan keberatan dengan menunjukan bukti-bukti layak maka akan turun menjadi tipe C,” jelasnya.

Darius menambahkan, hasil kajian tim Ombudsman NTT dengan datang langsung ke rumah sakit umum daerah di NTT, ditemukan banyak rumah sakit yang mempunyai jumlah dokter dan kualifikasi tidak sesuai tipe rumah sakit.

Kejadian ini tambahnya sudah berlangsung lama, Padahal saat dilakukan akreditasi oleh aksesor rumah sakit tersebut selalu lulus bahkan lulus dengan akreditasi paripurna.

“Saya berharap para bupati segera memenuhi syarat jumlah dan kualifikasi dokter serta fasilitas sesuai dengan tipe rumah sakit masing-masing,” harapnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan disebutkan, untuk provinsi NTT 12 rumah sakit tersebut yakni RS Bhayangkara Kupang; RSU Soe; RSU Penyangga Perbatasan Betun; RSUD Lewoleba; serta RSUD Dr. Hendrikus Fernandez Larantuka.

Selain itu ada RSUD Ende; RSU Bajawa; RSUD dr, Ben Mboi Ruteng; RSUD Waikabul; dan RS TNI AL Lantamal VII Kupang; RS St. Carolus Boromeus. Semuanya turun dari tipe C ke tipe D. Sementara satu rumah sakit yakni RSU Prof. WZ Johanes Kupang turun dari tipe B ke tipe C.

Lihat juga...