hut

373 JCH di Denpasar Diberangkatkan

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar melepas 373 jemaah calon haji dari kota setempat, di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Kamis (11/7/2019). Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Komang Sri Marheni, mengatakan, jemaah calon haji Kota Denpasar yang diberangkatkan itu telah melunasi biaya perjalanan ibadah Haji (BPIH).

“Keberangkatan jemaah calon haji Kota Denpasar terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 60, kloter 61 dan kloter 84. Untuk kloter 60 dan 61 walaupun berbeda kloter namun jadwal keberangkatan maupun kepulangan tidak berbeda hari, namun hanya berbeda 2 jam saja, sehingga dapat diberangkatkan bersama-sama. Kecuali untuk kloter 84 berbeda 7 hari dari kloter 60 dan 61,” jelas Sri Marheni, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya, jemaah calon haji Kota Denpasar yang awal (kloter 60 dan 61) akan diberangkatkan menuju embarkasi Surabaya pada tanggal 25 Juli 2019, dan jemaah haji yang terakhir (kloter 84) akan diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya pada 4 Agustus 2019. Selanjutnya, jemaah calon haji kloter 60 dan 61 akan diterbangkan pada Sabtu tanggal 27 Juli 2019 dan kloter 84 akan diterbangka pada 5 Agustus 2019 menuju Jeddah, dengan rentang perjalanan udara selama kurang lebih 9 jam perjalanan nonstop.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Komang Sri Marheni. -Foto: Sultan Anshori

Pada fase kepulangan, jemaah haji akan tiba kembali di Surabaya pada 7 September 2019, untuk kloter 60 dan 61 dan untuk kloter 84 tiba di Surabaya pada Minggu 15 September 2019, dan langsung dibawa ke Debarkasi Surabaya untuk proses verifikasi kepulangan penyerahan koper dan air zamzam.

“Setelah proses tersebut selesai, jemaah haji langsung dipulangkan ke Denpasar atau ada yang memilih pulang langsung ke kampung halamannya masing-masing,” Sri Marheni.

Salah satu calon jemaah haji, Ivat Sabina, mengaku sangat bersyukur dan sangat senang bisa naik haji tahun ini bersama suaminya.

‘’Hanya kata syukur yang saya bisa ungkapkan, karena Tuhan telah memanggil kami untuk menjalankan ibadah suci,’’ ucapnya.

Sementara itu, Asisten I, Made Toya, mengajak semua calon jemaah haji Kota Denpasar untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan bisa menjaga nama baik Kota Denpasar, Bali dan Indonesia.

Made Toya berharap, agar jemaah calon haji Kota Denpasar juga membawa visi budaya, karena Denpasar sandaran adalah Kota berwawasan budaya.

Menurut Made Toya, ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan ketangguhan fisik, karena ibadahnya ada di dua kota, yakni Mekah dan Kota Madinah yang memiliki jarak yang cukup jauh.

‘’Untuk itu, saya mengimbau agar calon jemaah haji dapat menjaga kesehatan dengan makan makanan yang sehat dan bergizi, disertai interval istirahat yang cukup,’’ tandas Made Toya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!