hut

38 Ekor Jalak Bali Jadi Koleksi Taman Burung TMII

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Badan Korservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta serahkan 38 ekor Jalak Bali hasil penangkaran ke Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

“38 ekor Jalak Bali hasil penangkaran ini akan menjadi koleksi Taman Burung TMII. Kami serahkan karena TMII sebagai lembaga korservasi,” kata Kepala BKSDA, Ahmad Munawir kepada Cendana News, ditemui di sela acara, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, 38 ekor Jalak Bali ini merupakan burung legal hasil penangkaran UD Sahabat Bird Farm, di wilayah Jakarta Utara, yang selesai masa izinnya. Pemilik penangkaran tersebut tidak memperpanjang lagi izinnya karena alasan tertentu.

Sebanyak 38 ekor burung Jalak Bali hasil penangkaran diserahkan BKSDA Jakarta kepada Taman Burung TMII, Jakarta, pada Jumat (12/7/2019). Foto: Sri Sugiarti.

Kemudian Burung Jalak Bali diserahkan kepada pemerintah dalam hal ini BKSDA Jakarta. Tentunya BKSDA tidak bisa merawat sendiri burung-burung tersebut. Sehingga pihaknya menyerahkan ke lembaga-lembaga konservasi yang punya izin resmi seperti TMII, Taman Impian Ancol, Kebun Binatang Ragunan dan lainnya.

Dan masing-masing burung hasil penangkaran UD Sahahat Bird Farm sudah memiliki sertifikat yang menjelaskan kelahiran dan asal usul induknya.

“Jadi ke 38 ekor Jalak Bali ini memiliki dokumen legal yakni sertifikat dari BKSDA Jakarta,” ujarnya.

Ahmad berharap burung Jalak Bali akan menambah koleksi di Taman Burung TMII. Dan sekaligus nanti ke depan beranak pinak di TMII, serta menjadi sumber genetik untuk bisa disebar ke alam.

Karena menurutnya, TMII sebagai lembaga korservasi yang ditunjuk oleh pemerintah memiliki fungsi edukasi. Yakni menjadikan masyarakat yang belum pernah tahu burung Jalak Bali bisa datang ke wahana pelestarian budaya yang diprakarsai Ibu Tien Soeharto ini.

“Maka dengan datang ke Taman Burung TMII, bisa melihat Jalak Bali. Karena jenis satwa ini di alam masih sangat kurang populasinya. Ini satwa yang dilindungi, kami lestarikan di TMII,” ujar Ahmad.

Manajer Unit Taman Burung dan Taman Reptil Indonesia serta Museum Komodo TMII, M. Piter Kombo menambahkan, sebagai lembaga konservasi, TMII bertugas untuk dapat melestarikan dan melindungi satwa yang dititipkan oleh BKSDA Jakarta, yakni Jalak Bali salah satunya.

Sejumlah burung Jalak Bali yang menjadi koleksi TMII – Foto: Sri Sugiarti

Kombo berharap Jalak Bali ini menjadi darah segar dari koleksi yang sudah dimiliki TMII saat ini.

“Karena kami telah memiliki koleksi sebanyak 24 ekor. Harapannya dengan dititipkan 38 ekor Jalak Bali ini bisa memperbaiki genetik burungnya, sehingga bisa tetap sehat dan prima,” kata Kombo kepada Cendana News.

Jika suatu saat diminta untuk melepaskan burung Jalak Bali tersebut ke alam, maka pihak TMII mendukung sepenuhnya. Burung Jalak Bali dilepas di Kubah Barat Taman Burung TMII saat penyerahan dari BKSDA Jakarta.

Hal itu menurut Kombo, menjadi sarana edukasi TMII kepada masyarakat untuk memperkenalkan burung Jalak Bali.

Karena burung ini merupakan satwa dilindungi yang menjadi ikon dari provinsi Bali. Saat ini habitatnya di Taman Nasional Bali Barat sudah semakin menurun populasinya, dan banyak upaya pelepasliaran.

Sebanyak 38 ekor burung Jalak Bali hasil penangkaran tersebut terlebih dulu akan dikarantina. Menurutnya, dibutuhkan waktu sekitar 14 hari dalam masa karantina. Sebelum nantinya akan dilepas di area Taman Burung TMII.

“Setelah dikarantina, Jalak Bali ini baru ditampilkan ke pengunjung sebagai koleksi Taman Burung TMII, agar masyarakat lebih mengenal ragam satwa khas Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...