hut

68 CHA MA Masuki Tahap Seleksi Kualitas

Editor: Koko Triarko

Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial (KY), Aidul Fitriciada Azhari -Foto: M Hajoran

JAKARTA — Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial (KY), Aidul Fitriciada Azhari, mengatakan, bahwa proses seleksi calon hakim agung (CHA) yang diikuti 68 peserta dan hakim ad hoc pada Mahkamah Agung, sudah memasuki tahapan seleksi kualitas, yang digelar sejak Senin hingga Kamis di Auditorium KY, Jakarta.

“Proses seleksi calon hakim agung dan hakim ad hoc Mahkamah Agung sudah digelar sejak kemarin hingga Kamis, di Auditorium KY,” kata Aidul Fitriciada Azhari di Gedung KY, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Aidul mengatakan, ada 69 orang calon hakim agung mengikuti seleksi kualitas, sebagai alat untuk mengukur dan menilai tingkat kapasitas keilmuan dan keahlian calon berdasarkan standar kompetensi calon hakim agung.

“Tentu seleksi kualitas ini sangat penting untuk mengukur kompetensi dan keilmuan dari 69 calon hakim agung. Di samping integritas calon hakim juga sangat penting,” ujarnya.

Aidul menyebutkan, bahwa dari 69 calon hakim agung yang lolos seleksi kualitas ada 1 calon hakim agung yang mengundurkan diri, karena yang bersangkutan tidak hadir.

Ditambahkan Aidul, bila peserta seleksi kualitas diperinci berdasarkan jenis kamar yang dipilih, sebanyak 26 orang memilih Kamar Pidana, 21 orang memilih Kamar Perdata, 10 orang memilih Kamar Agama, 4 orang memilih Kamar TUN (khusus pajak), dan 8 orang memilih Kamar Militer.

“Di hari pertama seleksi kualitas, para peserta menjalani tes berupa studi Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim dan pembuatan karya tulis. Di hari kedua, tes berupa studi kasus hukum dan tes objektif. Dalam seleksi ini juga dilakukan penilaian karya profesi masing-masing peserta yang telah dikumpulkan saat registrasi,” ungkapnya.

Sementara itu, kata Aidul, untuk calon hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi dan Hubungan Industrial pada MA, akan menjalani seleksi kualitas mulai Rabu 17 Juli hingga Kamis 18 Juli 2019.

“KY mengimbau kepada para peserta seleksi, agar waspada dan tidak mempercayai pihak-pihak yang  menjanjikan untuk dapat meloloskan calon. Karena itu akan merugikan peserta calon sendiri, sebab KY tidak pernah melakukan hal seperti itu,” tegasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!