hut

87 Persen Masyarakat Indonesia Terpapar Rokok

Editor: Koko Triarko

Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek, saat peringatan Hari Tanpa Rokok 2019 di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan Jakarta, Kamis (11/7/2019) –Foto: Ranny Supusepa

JAKARTA – Pengurangan paparan rokok di masyarakat, disinyalir akan mampu menurunkan angka tingkat penyakit tidak menular yang setiap tahun mengalami kenaikan. Tindakan pengurangan ini tercapai, jika didukung oleh kebijakan dan kebiasaan hidup sehat di masyarakat. 

“Menurut data, ada sekitar 87 persen masyarakat Indonesia terpapar rokok. Ini berarti akan meningkat juga penyakit tidak menular yang disebabkan oleh paparan rokok,” kata Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek, usai peringatan Hari Tanpa Rokok di Kementerian Kesehatan Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Nila menjelaskan, dengan meningkatnya jumlah pengidap penyakit tidak menular ini, menimbulkan biaya yang makin besar untuk pengobatan.

“Usia harapan hidup kita, 71,4 tahun. Tapi, kondisi sehat hanya 62 tahun. Jadi sayang betul, kalau selama sekitar 8 tahun kita sakit-sakitan. Berat juga bagi BPJS, karena terserap dananya oleh katastropik ini hampir 30 persen. Padahal, ini semua bisa dicegah,” lanjutnya.

Untuk menurunkan tingkat penyakit ini, Nila menyebutkan salah satu upayanya adalah menurunkan angka perokok pemula.

“Selain mencegah orang dewasa untuk merokok, penting juga untuk mencegah anak-anak merokok, anak remaja juga jangan merokok.  Sehingga, kebiasaan tanpa asap rokok ini akan tercipta sejak kecil,” katanya.

Penurunan tingkat rokok pemula ini, juga merupakan target dari Bappenas. Kemenkes juga sudah melakukan kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, untuk mendorong pemerintah daerah untuk melakukan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Kami mensinyalir, bahwa pengaruhnya dari iklan dan sponsor rokok. Bukan hanya bekerja sama dengan Kominfo, tapi juga dengan Kemendikbud. Karena bagaimana anak sekolah mau berhenti merokok, jika guru masih merokok?” kata Nila.

Nila juga mendorong, agar iklan maupun promosi yang berkaitan dengan produk rokok harus dihilangkan.

“Pelarangan iklan rokok itu sudah tepat. Sehingga akan mengurangi tingkat paparan pada anak-anak, terutama yang di bawah 13 tahun. Dan, harus bersamaan juga, tidak adanya orang dewasa yang merokok di sekitar anak-anak,” pungkasnya.

Lihat juga...