hut

Agustus, KSU Derami Resmikan Posdaya Baru

Editor: Mahadeva

PADANG – Agustus 2019, Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, Sumatera Barat, bakal meresmikan pendirian Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya). Lokasi yang dipilih, di Kelurahan Sawahan Timur, Padang. 

Manajer Tabur Puja (Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera) Padang, Margono Okta, mengatakan, saat ini telah dilakukan pendekatan kepada kelurahan, RT, dan RW. Dari komunikasi yang dibangun, keberadaan Tabur Puja mendapat respon positif.

Prosedur untuk mendirikan Posdaya, perlu izin dari pihak kelurahan. Jadi, sebelum Posdaya didirikan, dipastikan dulu kesediaan dan dukungan kelurahan dengan rencana tersebut. “Agustus mendatang kita punya Posdaya baru yang dapat melakukan pencairan pinjaman modal usaha Tabur Puja. Kenapa pilih di Sawahan Timur, karena potensi ekonomi di sana cukup bagus,” katanya, Selasa (30/07/2019).

Meno menjelaskan, pendirian Posdaya baru perlu mempertimbangkan potensi usaha milik masyarakat yang bisa dikembangkan. Di Sawahan Timur, ada berbagai macam usaha seperti penjualan gorengan, cafe, sarapan pagi.

Potensi usaha tersebut mendorong keyakinan persoalan kredit macet bisa diminamalisir. Dengan memiliki usaha yang bagus, dan apabila dapat pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, usaha tersebut akan berkembang semakin bagus. “Ke depan selain di Agustus ini, juga akan ada Posdaya baru lagi. Untuk Posdaya satu lagi tengah di lihat lokasinya,” tandasnya.

Penambahan Posdaya, merupakan upaya yang dilakukan untuk menambah pendapatan koperasi. Dalam perancanaan, ada dua Posdaya yang akan dibentuk dan ditargetkan berada di kawasan potensi perekononomian rakyat.

Meno menyebut, rencana pembentukan Posdaya baru sudah lama diimpikan oleh KSU Derami Padang. Namun, terkendala sejumlah persoalan. “Nama Posdaya yang baru itu belum ada, nanti biarlah masyarakat menentukan apa nama yang bagus untuk Posdaya-nya. Karena dengan demikian akan membentuk suasana kekeluargaan, apalagi Posdaya yang dihadirkan untuk merangkul keluarga yang kurang mampu,” ucapnya.

Ketua KSU Derami Padang Sayu, Putu Ratniati, mengatakan, saat ini jumlah Posdaya di Padang ada 31 unit. Jumlah itu sudah mengalami pengurangan. Pengurangan terjadi, karena keberadaan posdaya yang tidak mengikuti aturan di KSU Derami.

Beberapa persoalan yang muncul adalah, kecurangan pengurus Posdaya, dan juga ketidakjujuran anggota untuk membayar angsuran pinjaman. “Posdaya-Posdaya yang kita tutup itu yang tidak beres. Ada pengurusannya curang, sengaja memalsukan tanda tangan pengajuan pinjaman modal usaha, dan uangnya digunakan oleh pengurus. Selain itu ada pula kredit tidak dibayar-bayar, dan orang yang mengajukan pinjamam kabur,” tegasnya.

Kini, KSU Derami Padang harus berhati-hati dalam upaya pencairan pinjaman. Melihat dari persoalan yang muncul, saat ini tidak begitu banyak pengajuan kredit baru yang disetejui. Setiap Posdaya mendapatkan pinjaman Rp15 juta hingga Rp20 juta. Pinjaman tersebut dicarikan per-pekan. Semua pinjaman itu harus kembali ke KSU Derami. Jika tidak, maka ada persoalan di bagian jajaran pengurus.

Sejauh ini, solusi yang bisa diberikan KSU Derami kepada pengurus Posdaya bermasalah, adalah penyelesaian hutang. Kemudian juga harus dilakukan penggantian pengurus. Namun, untuk memastikan pembukaan pintu pinjaman perlu pertimbangan yang matang.

“Kita tidak ingin hanya disibukkan mengurus Posdaya-Posdaya yang demikian. Jadi, jika ada persoalan, langsung diselesaikan tanpa bertele-tele. Karena kita di KSU Derami memiliki keinginan, melalui adanya Tabur Puja dapat mengentaskan kemiskinan, bukan malah sibuk mengurus kondisi Posdaya,” ucapnya.

Ia menegaskan, persoalan penutupan Posdaya, sudah sering dilakukan oleh KSU Derami. Dulu disaat awal berdirinya KSU Derami, Posdaya yang menjadi mitra KSU Derami mencapai 50 unit. Namun, lambat laun cukup banyak Posdaya yang berguguran, akibat dari persoalan penyalahgunaan dana Tabur Puja.

Lihat juga...