hut

AIPViKI: Jurnal Keperawatan Indonesia Mendesak Disusun

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI), bertekad membentuk dan menerbitkan Jurnal Keperawatan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu karena hingga kini belum ada jurnal tersebut.

Ketua Umum AIPViKI, Yuni Supartini, menilai, Jurnal Keperawatan Indonesia sangat mendesak untuk disusun. Pasalnya, keberadaan Jurnal Keperawatan Indonesia sangat penting dan akan sangat bermanfaat dalam hal publikasi bagi para dosen maupun mahasiswa keperawatan di Indonesia.

“Jurnal Keperawatan Indonesia ini sangat-sangat penting dan bermanfaat. Karena akan menjadi media atau wadah publikasi bagi para dosen terhadap hasil karya penelitian, pengabdian masyarakat, maupun inovasi-inovasi di bidang pelayanan pendidikan keperawatan,” katanya, di sela acara Kongres Nasional II dan Seminar AIPViKL (Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia) di Yogyakarta, Kamis (25/7/2019).

Ketua Umum AIPViKI, Yuni Supartini, (kanan) dalam acara Kongres Nasional II Dan Seminar AIPViKL (Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia) di Yogyakarta, Kamis (25/7/2019). -Foto: Jatmika H Kusmargana

Menurut Yuni, belum adanya Jurnal Keperawatan Indonesia saat ini membuat publikasi hasil-hasil karya penelitian para dosen sekolah vokasi Keperawatan masih sangat terbatas. Hal itu secara tidak langsung berdampak tidak maksimalnya percepatan jenjang karier para pendidik/dosen keperawatan.

“Jika dosen kerap mempublikasikan karyanya, tentu dia akan punya kredit tersendiri yang mempengaruhi kenaikan pangkat atau jenjang karier mereka. Selain itu, Jurnal Keperawatan ini juga akan bisa menjadi media sharing antarsesama institusi pendidikan keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri,” katanya.

Belum adanya Jurnal Keperawatan Indonesia, dikatakan Yuni karena pengurus AIPViKI selama 4 tahun belakangan ini lebih fokus untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Seperti uji kompetensi, akreditasi, kurikulum, dan sebagainya. Hal itu dilakukan sebagai tuntutan atas munculnya sejumlah regulasi baru soal profesi keperawatan, maupun lembaga profesi keperawatan.

“Karena itu, pada kepengurusan yang baru ini nanti kita harapkan bisa membentuk dan menerbitkan Jurnal Keperawatan Indonesia,” katanya.

Kongres Nasional Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI) di Yogyakarta, digelar sebagai bagian pertanggungjawaban, pelaporan dan evaluasi pengurus lama. Kongres ini juga digelar untuk memilih dan melantik pengurus AIPViKI yang baru.

Diikuti sekitar 464 anggota perwakilan AIPViKI di seluruh Indonesia, Kongres ini diharapkan mampu menyerap aspirasi, baik dari anggota maupun kebutuhan masyarakat, serta mendorong penyelenggaraan pendidikan terstandar secara global sesuai kompetensi.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com