Alokasi Pupuk Bersubsidi di Bangka Menurun

Pupuk, ilustrasi -Dok. CDN

SUNGAILIAT – Alokasi jumlah pupuk subsidi untuk petani di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di 2019 mengalami pengurangan. Penurunan dikarenakan adanya pengalihan ke daerah lain di Indonesia.

Pupuk bersubsidi tersebut adalah Urea dan SP-36. “Pengurangan itu karena dialihkan ke petani lain di Indonesia yang masih mengalami kekurangan pasokan pupuk,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Kemas Arfani Rahman, Sabtu (6/7/2019).

Pengurangan juga dilakukan, karena pasokan pupuk untuk petani di Kabupaten Bangka dianggap sudah mencukupi sesuai kebutuhan. Alokasi sebelumnya untuk Urea sebanyak 5.412 ton, menjadi 5.337 ton.

Kemudian untuk SP-36 dari alokasi sebelumnya 1.144 ton menjadi 901 ton, sedangkan untuk pupuk ZA tidak mengalami pengurangan yakni 746 ton, NPK 4.691 ton dan organik 2.355 ton. “Pengurangan pupuk subsidi kedua jenis itu oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian terjadi pula di semua kabupaten lain di Provinsi Bangka Belitung,” ungkapnya.

Pasokan pupuk subsidi sesuai alokasi yang ditetapkan tersebut, diperuntukan bagi 1.000 hektare sawah di 14 desa di Kabupaten Bangka. “Saya ingatkan seluruh petani agar memanfaatkan maksimal pupuk subsidi itu sesuai kebutuhan musim tanam padi, dilarang dialihkan untuk mencari keuntungan pribadi,” katanya.

Pemerintah daerah, bersama dengan lembaga berwenang lainnya akan melakukan pengawasan penyaluran pupuk subsidi, untuk menghindari pengalihan penggunaanya ke sektor lain. (Ant)

Lihat juga...