hut

Anggaran Perbaikan Jalan ke Wisata Serulingmas Rp5,42 Miliar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara serius menangani perbaikan jalan, terutama akses jalan menuju tempat wisata.

Untuk perbaikan jalan menuju wisata Seringmas Interactive Zoo, dianggarkan Rp 5,42 miliar. Ditargetkan tahun 2020, seluruh jalan di Kabupaten Banjarnegara sudah selesai diperbaiki.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, memantau langsung pengerjaan perbaikan jalan menuju wisata Serulingmas. Jalan sepanjang 2,7 kilometer dan lebar 7 meter ini, pengerjannya sudah mencapai 70 persen dan bulan depan diperkirakan sudah selesai.

“Jalan ini vital untuk peningkatan kunjungan wisata, sehingga saya selalu menyempatkan untuk memantau langsung. Harus dipastikan pengerjaan jalan sesuai bestek, terutama untuk kualitasnya,” kata Bupati di sela-sela pemantauan pengerjaan jalan, Rabu (31/7/2019).

Jalan tersebut tidak hanya diperbaiki, tetapi juga dilebarkan, sehingga wisatawan bisa lebih leluasa melalui jalan menuju salah satu wisata andalan Kabupaten Banjarnegara tersebut.

Lebih lanjut Bupati yang biasa disapa Wing Chin ini menuturkan, tahun ini perbaikan jalan menjadi prioritas pembangunan di Banjarnegara. Dan tahun 2020, ditargetkan seluruh jalan di Kabupaten Banjarnegara sudah mulus. Sehingga pada tahun berikutnya, pemkab akan konsentrasi untuk pembangunan ekonomi.

“Tahun 2021, kita mulai genjot sektor ekonomi, termasuk di dalamnya pariwisata. Ini lebih mudah, karena semua jalan sudah bagus dan akses ke mana pun lebih mudah dan cepat,” tuturnya.

Wing Chin yang juga seorang pengusaha ini, paham betul jika akses jalan sangat vital untuk seluruh aspek kehidupan.

Saat ini masyarakat Banjarnegara sudah bisa menikmati akses jalan yang bagus, baik menuju tempat pendidikan, layanan kesehatan maupun pasar-pasar. Secara bertahap, sejak menjabat tahun 2017, Wing Chin terus memperbaiki jalan-jalan di Banjarnegara hingga ke pelosok desa.

“Jalan Selamanik ini kita siapkan untuk meramaikan wisata Serulingmas, sekaligus menjadi jalan alternatif yang memecah lalu lintas di jalur nasional. Sekarang masyarakat sekitar bisa menghidupkan jalan ini, misalnya dengan membuka kedai minuman, tempat makan, pusat suvenir, atau jasa lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dwi Suryanto, mengatakan, aksesibilitas merupakan indikator utama pada upaya peningkatan kualitas destinasi wisata.

Keputusan politik bupati yang fokus pada infrastruktur jalan sangat berpengaruh positif pada pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Banjarnegara.

“Sebagus apa pun daya tarik obyek wisata, tanpa akses jalan yang representatif akan kurang menarik, dan tentu pengaruh pada angka kunjungan. Kita berharap, jalan yang bagus dan mantap menuju Serulingmas ini akan membantu tumbuhnya perekonomian rakyat melalui pariwisata,” pungkasnya.

 

Lihat juga...